KALAU ada yang mengatakan 70% anggota DPRRI bermental korup,mungkin ada benarnya juga. Kenapa demikian? Tentu, untuk menjadi anggota DPR mereka harus punya modal besar. Oleh karena itu mereka berusaha dengan berbagai cara agar kembali modal sekaligus untung sebesar-besarnya.
Cara mereka supaya terpilih sebagai anggota DPR
Mereka melakukan berbagai cara,antara lain:
-Mengobral janji gombal kepada rakyat
-Menjajikan proyek,jika menang
-Menjanjikan pekerjaan,jika menang
-Bagi-bagi uang
-Kampanye yang tidak sehat
-dll
Melupakan rakyat
Begitu duduk di gedung DPR, maka idealismenya untuk memperjuangkan aspirasi rakyat,menjadi luntur. Suaranya yang cuma satu orang akan terkalahkan mayoritas suara yang lebih mementingkan kepentingan parpol dan kepentingan ppribadinya. Maka, sisttem membuatnya ikut arus. Kalau temannya korupsi, maka diapun korupsi.
Yang jujur sedikit
Hanya sekitar 30% anggota DPR yang jujur. Itupun tidak jujur 100%. Mungkin agamanya lebih kuat dibandingkan rekan-rekannya yang lain yang suka korupsi.
DPR menjadi otoriter
Sudah lama, DPR merupakan lembaga yang paling ootoriter. Menentukan sendiri anggarannya dan mensahkan sendiri anggarannya. Hal ini karrena partai koalisi jumlahnya lebih dari 50% sehingga tidak ada kekuatan penyeimbang. Walaupun sekarang ada PDI-P yang berperanan sebagai partai “oposisi”, namun dalam pengambilan keputusan, seringkali suaranya “tenggelam”.
70% pemilih tergolong bodoh
Soal urusan memilih anggota DPR, tidak hanya dimonopoli oleh pemilih yang Cuma berpendidikan SD, mereka yang berpendidikan S1,S2 dan S3 juga banyak yang bodoh. Mereka ttetap memilih walaupun tidak tahu bagaimana kualitas calon anggota DPR tersebut. Dasar dungu, sekali dungu tetap dungu.
Menghamburkan uang rakyat
Perilaku 70% anggota DPR sangat buruk. cenderung hedinisme (ingin hiidup bermewah-mewah), ingin menjadi kaya raya secara berlebiihan, menjadi calo proyek, sering membolos atau tidur waktu sidang tetapi gaji dan tunjangan tetap diterima 100%, arogan (tak mau menemui rakyat yang ingin menemuinya), suka pelesir ke luar negeri dengan alasan studi banding,malas bekerja karrena semua tugasnya dikerjakan oleh para staf ahlinya (yang tidak benar-benar ahli),dan kelakuan buruk lainnya.
Golput sebagai shock therapy
Satu-satunya yang bisa mengubah perilaku mereka adalah rakyat sendiri.
Caranya
1.Jangan pilih lagi anggota DPR yang terbukti tak berkualitas.
2.Jangan memilih anggota DPR yang samasekali tak Anda kenal atau tak diketahui atau tak jelas kualitasnya.
Angka golput harus besar
Jika angka golput mencapai 80% hingga 90%, maka para politisipun pasti mulai berpikir. Mereka khawatir tidak akan terpilih. Dan ini merupakan shock therapy yang paling efektif bagi mereka.
Mereka yag golput merupakan warganegara yang cerdas
Salah pilih haram hukumnya. Salah pilih berarti bencana (bencana korupsi,bencana ekonomi,bencana hukum,bencana politik,dll), maka sikap golput merupakan warganegara yang cerdas. Tidak tahu kualitas calon anggota DPR,ttetapi dipilih, maka sesungguhnya ini merupakan sikap warganegara yang dungu.
Motto
“Daripada salah pilih,lebih baik tidak memilih”
Semoga bermanfaat.
Sumber foto: arsipberita.com
Hariyanto Imadha
6X pemilu dan 3X pilkada
Golput
Filed under: Uncategorized Ditandai: | bagi, busuk, golput, hariyanto imadha, para, politik, politisi, sebagai, shock, therapy


































