SELAMA ini hari-hari besar hanya diisi dengan pidato-pidato yang menceritakan masa lalu. Tak ada pidato yang mengandung konsep yang jelas. Tak ada penjabaran nyata daripada hakekat dari hari besar yang dirayakan. Begitu juga, tak jelas apa konsep hari kebangkitan nasional pemerintah sekarang ini.
Hari kebangkitan nasional sesungguh erat hubungannya dengan kedaulatan bangsa Indonesia. Terutamaedaulatan ekonomi, politik dan budaya. Sudahkan kita berdaulat di bidang ekonomi, politik dan budaya?
Kedaulatan di bidang ekonomi
Jujur saja, kita semakin lama semakin tak punya kedaulatan ekonomi. Sebab, 70% perekonomian dikuasai negara asing. Sekitar 70% perbankkan dikuasai kapitalis asing. Juga, 70% lebih kekayaan alam kita juga dikuasai kekuatan asing.
Dikatakan ekonomi berdaulat apabila minimal 50% perekonomian dikuasai dan dikelola sendiri oleh bangsa Indonesia. Fasilitas kredit bagi para UKM atau UMKM dengan suku bunga yang rendah. Menghilangkan “high cost economy”. Memperbaiki dan mengembangkan infra struktur.
Kedaulatan politik
Dikatakan politik kita berdaulat kalau tak ada campur tangan negara asing di dalam kebijakan politik Indonesia. Kenyataannya, sebagian undang-undang dibuat atas dasar pesanan asing yang ujung-ujungnya ingin menguasai sumber ekonomi Indonesia. Juga berusaha menciptakan Indonesia sebagai negara yang mau didikte negara asing.
Dikatakan politik Indonesia berdaulat apabila politik kita bersifat mandiri. Tak perlu ada aliran dana asing atau utang dari lembaga keuangan internasional yang bersifat mengikat. Indonesia harus berani mengatakan “tidak” apabila ada perjanjian-perjanjian yang lebih menguntungkan negara asing.
Kedaulatn budaya
Entah sudah berapa kali budaya kita diakui sebagai budaya negara lain. Dan tiap kali diklaim sebagai negara lain, pemerintah bisanya hanya memprotes, mempprotes dan memprotes. Padahal, Indonesia merupakan negara yang memiliki kakayaan budaya yang luar biasa di dunia ini.
Dikatakan Indonesia berkedaulatan di bidang budaya apabila pemerintah bersifat aktif yaitu dengan sistem jemput bola untuk mengurus hak cipta semua budaya tanpa dipungut biaya satu sen pun. Juga membantu dan mempermudah kepengurusan hak paten milik para warganegara Indonesia.
Kebangkiitan nasional juga harus dikonsepkan di bidang-bidang lain, antara lain pendidikan, kesehatan,pertanian,agama dan lain-lain.
Inti daripada kebangkitan nasional
Inti daripada kebangkitan nasional adalah adanya semangat nasionalisme di semua warganegara. Mengakui dan menghargai adanya keanekaragaman. Adanya semangat mandiri bagi seluruh bangsa Indonesia. Artinya, apa yang bisa dibuat sendiri di Indonesia, tidak perlu harus impor. Apa yang bisa dikerjakan dan diolah sendiri, tak perlu diekspor.
Tak punya konsep kebangkitan nasional
Sejak Indonesia merdeka, terutama era pemerintahan SBY, tak ada konsep kebangkitan nasional yang jelas. Apalagi penjabarannya. Nasionalisme mulai memudar.Bahkan Pancasila cuma terdengar sayup-sayup.
Solusi
Satu-satunya solusi yaitu, bangsa Indonesia harus cerdas memiliih pemimpin dan wakil rakyat. Harus memilih pemimpin dan wakil rakyat yang benar-benar memiliki jiwa nasionalisme yang tingggi. Harus punya konsep yang jelas tentang kemandirian dan kedaulatan dalam berbangsa dan bernegara.
Sumber gambar: arydwantara.wordpress.com
Hariyanto Imadha
Facebooker/Blogger
Filed under: Uncategorized Ditandai: | hariyanto imadha, kebangkitan, konsep, nasional, pemerintahan.SBY, politik, punya, tak, tentang


































