SEJARAH sudah membuktikan, semakin banyak parpol, semakin banyak masalah. Itulah sebabnya, di negara-negara yang sudah maju, jumlah parpol dibatasi. bahkan jika perlu dua parpol saja, yaitu parpol yang berkuasa dan parpol oposisi.
Namun, kondisi Indonesia tidak perlu ada parpol oposisi. Harus ada pertimbangan yang lebih masuk akal sesuai dengan semangat para pelopor kemerdekaan yang menghasilkan UUD 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.
Mengingat dasar negara kita adalah Pancasila, maka idealnya Indonesia cukup memiliki lima parpol saja sesuai dengan sila-sila Pancasila. Artinya, tiap parpol harus memiliki salah satu karakter sesuai dengan sila-sila yang ada di Pancasila. Pertama, parpol yang menitikberatkan sila Ketuhanan Yang Mahaesa. Kedua, parpol yang menjunjung tinggi Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Ketiga, parpol yang bernuansa Persatuan Indonesia. Keempat, parpol yang bernafaskan Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dan Kelima, parpol yang memperjuangkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Kemudian, masing-masing parpol menjabarkan visi dan misinya sesuai dengan karakter seperti tersebut di atas. Dengan demikian, Pancasila benar-benar diamalkan dan tidak sekadar dijadikan kosmetik politik saja.
Sumber gambar: pkboll.blogspot.com
Hariyanto Imadha
Facebooker/Blogger
SEJARAH sudah membuktikan, semakin banyak parpol, semakin banyak masalah. Itulah sebabnya, di negara-negara yang sudah maju, jumlah parpol dibatasi. bahkan jika perlu dua parpol saja, yaitu parpol yang berkuasa dan parpol oposisi.
Namun, kondisi Indonesia tidak perlu ada parpol oposisi. Harus ada pertimbangan yang lebih masuk akal sesuai dengan semangat para pelopor kemerdekaan yang menghasilkan UUD 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.
Mengingat dasar negara kita adalah Pancasila, maka idealnya Indonesia cukup memiliki lima parpol saja sesuai dengan sila-sila Pancasila. Artinya, tiap parpol harus memiliki salah satu karakter sesuai dengan sila-sila yang ada di Pancasila. Pertama, parpol yang menitikberatkan sila Ketuhanan Yang Mahaesa. Kedua, parpol yang menjunjung tinggi Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Ketiga, parpol yang bernuansa Persatuan Indonesia. Keempat, parpol yang bernafaskan Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dan Kelima, parpol yang memperjuangkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Kemudian, masing-masing parpol menjabarkan visi dan misinya sesuai dengan karakter seperti tersebut di atas. Dengan demikian, Pancasila benar-benar diamalkan dan tidak sekadar dijadikan kosmetik politik saja.
Sumber gambar: pkboll.blogspot.com
Hariyanto Imadha
Facebooker/Blogger
Filed under: Uncategorized Ditandai: | cukup, di, hariyanto imadha, idealnya, indonesia, lima, parpol, partai, politik, saja



































[...] http://partaigolput.wordpress.com/2011/11/17/politik-idealnya-hanya-ada-lima-parpol-di-indonesia/ [...]