• PARTAI POLITIK

    gambarbannerpartaigasing1

    gambarbannerpartaiyoyo1

    logo-apajpg1

    logo-barisannasionaljpg4

    logo-bulanbintangjpg1

    logo-gerindrajpg

    logo-hanurajpg

    logo-panjpg1

    logo-partaidemokratjpg

    logo-partaigarudajpg

    logo-partaigolkarjpg

    logo-pdipjpg

    logo-pibjpg

    logo-pkbjpg

    logo-pkdjpg

    logo-pknujpg

    logo-pkpjpg

    logo-pksjpg

    logo-pmbjpg

    logo-pnimarhaenjpg

    logo-ppijpg

    logo-pppjpg

POLITIK: Sistem Politik Sekarang Hanya Menghasilkan Pemimpin dan Wakil Rakyat yang Bodoh dan Korup

BETAPA kacaunya Indonesia ini.Mengurusi pulau tidak bisa, mengurusi harga sembako yang naik terus tidak bisa, memberantas korupsi,pungli dan suap tidak bisa.Mencegah terjadinya tawuran antarkelompok tidak bisa.Menciptakan sistem pendidikan berbasiskan penalaran,tidak bisa.Menciptakan lapangan kerja bagi jutaan masyarakat tidak bisa. Mengatasi kemacetan lalu lintas tidak bisa.Bisanya utang ke World Bank,IMF,JICA,ADB dan lain-lain,itupun tak bisa melunasi total utangnya.Memprihatinkan sekali.

Letak kesalahannya adalah persyaratan untuk menjadi pejabat politik atau pejabat publik.Cuma persyaratan administratif.Harus ada ijasah pendidikan (yang bisa dibeli),surat keterangan berkelakuan baik (bisa dibeli) dan syarat-syarat administrasi lainnya.Maka lahirlah sosok-sosok pemimpin yang cuma “adol bagus” atau “adol ayu”, obral janji,obral pencitraan,boros dan menghambur-hamburkan uang rakyat, tidak peka terhadap aspirasi rakyat.Lahirlah wakil-wakil rakyat yang kurang cerdas sehingga merasa perlu melakukan studi banding, gaji besar tapi hasil kerjanya kecil dan masa bodoh terhadap kepentingan rakyat.

Perlu perubahan persyaratan

Seharusnya tiap calon pejabat politik ataupun pejabat publik harus ada persyaratan tambahan yang sangat penting. Yaitu, tes IQ, EQ,SQ,LQ,HQ,AQ dan MQ

Tes IQ (Intelligence Quotient)

Merupakan tes kecerdasan yang ditemukan oleh Alfred Binet. Semakin tinggi IQ-nya.Misalnya BJ Habibie IQ 200, Albert Einstein 170,saya 165 dan Sri Mulyani Indrawati 157.Sebaiknya syarat minimal untuk menjadi pejabat politik atau pejabat publik memiliki IQ minimal 155.Pejabat atau pemimpin yang IQ-nya tinggi mampu mengambil kebijakan yang efektif dan bukan kebijakan konyol seperti ekspor gas ke luar negeri terlalu besar sehingga pabrik pupuk dan PLN kekurangan stok gas.

Tes EQ (Emotional Quotient)

Merupakan tes emosionalitas.EQ bukan tes kepribadian dan bukan tes kapasitas kognitif. Orang yang ber-EQ tinggi akan berupaya menciptakan keseimbangan dalam dirinya; bisa mengusahakan kebahagian dari dalam dirinya sendiri dan bisa mengubah sesuatu yang buruk menjadi sesuatu yang positif dan bermanfaat.Daniel Golemen, dalam bukunya “Emotional Intelligence” menyatakan bahwa “kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20 % dan sisanya yang 80 % ditentukan oleh serumpun faktor-faktor yang disebut Kecerdasan Emosional.

Tes SQ (Spritual Quotient)

Danah Zohar, penggagas istilah tehnis SQ (Kecerdasan Spiritual) dikatakan bahwa kalau IQ bekerja untuk melihat ke luar (mata pikiran), dan EQ bekerja mengolah yang di dalam (telinga perasaan), maka SQ (spiritual quotient) menunjuk pada kondisi ‘pusat-diri’ Kecerdasan ini bukan kecerdasan agama.Kecerdasan spiritual lebih berurusan dengan pencerahan jiwa. Orang yang ber – SQ tinggi mampu memberi makna positif pada setiap peristiwa dan masalah.Mampu merasakan penderitaan rakyat.Menghargai aspirasi rakyat.Punya hati nurani.

Test LQ (Leadership Quotient)

Sistem perekrutan pejabat politik skarang ini hanya melahirkan pemimpin-pemimpin yang tidak memiliki leadership atau kepemimpinan yang efektif.Ts ini bertujuan mencari pribadi yang mempunyai jiwa dan kemampuan leadership yang tinggi. Dengan demikian dia bisa memimpin rakyat dan tidak disibukkan dengan kegiatan curhat ataubersolek atau pencitraan melulu. adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi

Tes HQ (Health Quotient)

Yaitu tes kesehatan fisik maupun nonfisik. Tidak punya penyakit yang bisa mempengaruhi kinerja pemikiran maupun kinerja fisiknya.mampu bekerja lama demi kepentingan negara dan bangsa.

Tes AQ (Aptitude Quotient)

Merupakan tes kecerdasan dalam arti mengukur kemampuan penalaran logis (logical reasoning) atau kinerja bernalar. Hal ini penting karena di Indonesia banyak pemimpin yang penalarannya tumpul. Misalnya, lebih suka menghambur-hamburkan uang untuk membeli mobil dinas baru daripada membeli traktor tangan untuk para petani. Lebih suka membangun guest house daripada mendirikan koperasi untuk tani dan nelayan. Di Indonesia, banyak pemimpin dan wakil rakyat yang tidak mempunyai kualitas penalaran yang baik. Apalagi, sistem pendidikan di Indonesia tidak berbasiskan penalaran.

Tes MQ (Morality Quotient)

Ini hasil temuan saya (Hariyanto Imadha). Yaitu tes moral yang terdiri dari 100 parameter yang signifikan.Jika hasilnya di atas 60 maka moralitas calon pejabat publik termasuk baik) dan apabila di bawah 60 tergolong moralitas buruk.

Di samping itu seorang calon pejabat politik harus merupakan lulusan dari lembaga pendidikan yang credible dan realiable yang masyarakat tahu itu merupakan lembaga pendidikan terpercaya.Misalnya,UI,UGM,Trisakti,Harvard University,dan lain-lain.Sebaiknya memprioritaskan lulusan dalam negeri.

Dengan demikian, pemilu akan diisi oleh capres dan caleg yang benar-benar berkualitas. Bukan diisi oleh para petualang politik yang cuma bermodalkan jual tampang,jual citra, jual gelar, jual kekayaan ataupun jual janji seperti yang terjadi selama ini.

Sistem sekarang ini hanya melahirkan pemimpin dan wakil rakyat yang yang bodoh dan korup.

Semoga artikel untuk bisa menambah wawasan Anda

Sumber foto: womanpr.com

 

Hariyanto Imadha

Pengamat perilaku

Sejak 1973

 

https://partaigolput.wordpress.com

 

 

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: