• PARTAI POLITIK

    gambarbannerpartaigasing1

    gambarbannerpartaiyoyo1

    logo-apajpg1

    logo-barisannasionaljpg4

    logo-bulanbintangjpg1

    logo-gerindrajpg

    logo-hanurajpg

    logo-panjpg1

    logo-partaidemokratjpg

    logo-partaigarudajpg

    logo-partaigolkarjpg

    logo-pdipjpg

    logo-pibjpg

    logo-pkbjpg

    logo-pkdjpg

    logo-pknujpg

    logo-pkpjpg

    logo-pksjpg

    logo-pmbjpg

    logo-pnimarhaenjpg

    logo-ppijpg

    logo-pppjpg

POLITIK:70% Pemilih dalam Pemilu/Pilkada Masih Tergolong Bodoh dan Mudah Dikadalin Politisi

POLITIK sudah ada sejak Tuhan menciptakan Nabi Adam dan Siti Hawa. Saat itu pengertian politik adalah suatu cara untuk mencapai tujuan. Bahkan saat itupun setan berpolitik, yaitu bagaimana caranya supaya Nabi Adam dan Siti Hawa memakan buah-buahan terlarang.

Di jaman modern, politik adalah sebuah ilmu atau cara untuk menduduki kekuasaan untuk mencapai tujuan tertentu dengan cara tertentu pula. Tanpa politik, dunia tidak akan memiliki pemimpin ataupun wakil rakyat.

Sejak Nusantara berdiri, bermunculan institusi politik berbentuk kerajaan atau kesultanan. Pemegang tampuk kekuasaan berlaku turun temurun. Namun di era demokrasi di Indonesia, maka berpolitik harus melalui kegiatan politik, baik berupa pilkada, pileg ataupun pilpres.

Para politisi bersaingan dengan berbagai cara untuk memenangkan pemilihan. Jika perlu dengan cara-cara yang curang. Artinya, tujuan menghalalkan cara. Di sinilah mulainya politik dikotori oleh politisi-politisi hitam.

Untuk itu para politisi berjualan visi,misi atau rencana kerja yang asal bunyi saja. Yang penting para pemilih tertarik dan memilih dia. Soal dia bisa menepati janji atau tidak, itu urusan nanti. Ini adalah merupakan efek demokrasi yang bernuansa persaingan. Semakin ketat persaingan, maka kemungkinan berbuat curang semakin besar.

Untuk menang memang butuh biaya sangat besar. Oleh karena itu, ketika mereka menang, maka yang dipikirkannya adalah kembali modal dengan segala cara. Tahap berikutnya yaitu memperkaya diri sendiri, kelompoknya atau partai politiknya.

Segala tender proyek diusahakan sedemikian rupa supaya dimenangkan oleh perusahaan miliknya, familinya, temannya,kroninya atau milik orang lain asal mau memberikan komisi yang besarnya cukup lumayan.

Memperjuangkan aspirasi rakyat? Iya, itu akan diperjuangkan tapi merupakan prioritas ke-999. Itupun harus ada biayanya yang harus disetor ke para politisi. Oleh karena itu golput merupakan virus yang membahayakan para calon politisi. Oleh karena itu dihembuskan isu bahwa golput bukan warganegara yang baik, haram hukumnya dan isu negatif lainnya.

Soalnya, kalau banyak yang golput, mereka tidak dapat kursi yang berarti tidak dapat uang. Itulah sebabnya banyak politisi yang membohongi para pemilihnya dengan janji-janji indah  bagaikan angin sorga. Ironisnya, 60 persen pemilih tergolong pemilih yang tidak rasional dan gampang dikibulin.

Mereka berubah menjadi kaya raya. Sedangkan para pemilihnya tetap melarat sepanjang masa. Apalagi, para caleg sekarang berasal dari siapa saja: preman pasar, tukang parkir, artis, satpam, ibu rumah tangga, pengangguran, dll. Mereka bukan orang-orang yang memahami hukum. Padahal, di DPR mereka harus membuat undang-undang.

Lantas, apa untungnya Anda memilih capres-cawapres/caleg/cagub/cabup/cawali?

Bangsa Indonesia memang masih banyak yang bodoh dan mudah dibohongi para politisi busuk

Sumber gambar: hizbut-tahrir.or.id

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: