• PARTAI POLITIK

    gambarbannerpartaigasing1

    gambarbannerpartaiyoyo1

    logo-apajpg1

    logo-barisannasionaljpg4

    logo-bulanbintangjpg1

    logo-gerindrajpg

    logo-hanurajpg

    logo-panjpg1

    logo-partaidemokratjpg

    logo-partaigarudajpg

    logo-partaigolkarjpg

    logo-pdipjpg

    logo-pibjpg

    logo-pkbjpg

    logo-pkdjpg

    logo-pknujpg

    logo-pkpjpg

    logo-pksjpg

    logo-pmbjpg

    logo-pnimarhaenjpg

    logo-ppijpg

    logo-pppjpg

POLITIK: Golput sebagai Shock Therapi bagi Para Politisi Busuk

KALAU ada yang mengatakan 70% anggota DPRRI bermental korup,mungkin ada benarnya juga. Kenapa demikian? Tentu, untuk menjadi anggota DPR mereka harus punya modal besar. Oleh karena itu mereka berusaha dengan berbagai cara agar kembali modal sekaligus untung sebesar-besarnya.

Cara mereka supaya terpilih sebagai anggota DPR

Mereka melakukan berbagai cara,antara lain:

-Mengobral janji gombal kepada rakyat

-Menjajikan proyek,jika menang

-Menjanjikan pekerjaan,jika menang

-Bagi-bagi uang

-Kampanye yang tidak sehat

-dll

Melupakan rakyat

Begitu duduk di gedung DPR, maka idealismenya untuk memperjuangkan aspirasi rakyat,menjadi luntur. Suaranya yang cuma satu orang akan terkalahkan mayoritas suara yang lebih mementingkan kepentingan parpol dan kepentingan ppribadinya. Maka, sisttem membuatnya ikut arus. Kalau temannya korupsi, maka diapun korupsi.

Yang jujur sedikit

Hanya sekitar 30% anggota DPR yang jujur. Itupun tidak jujur 100%. Mungkin agamanya lebih kuat dibandingkan rekan-rekannya yang lain yang suka korupsi.

DPR menjadi otoriter

Sudah lama, DPR merupakan lembaga yang paling ootoriter. Menentukan sendiri anggarannya dan mensahkan sendiri anggarannya. Hal ini karrena partai koalisi jumlahnya lebih dari 50% sehingga tidak ada kekuatan penyeimbang. Walaupun sekarang ada PDI-P yang berperanan sebagai partai “oposisi”, namun dalam pengambilan keputusan, seringkali suaranya “tenggelam”.

70% pemilih tergolong bodoh

Soal urusan memilih anggota DPR, tidak hanya dimonopoli oleh pemilih yang Cuma berpendidikan SD, mereka yang berpendidikan S1,S2 dan S3 juga banyak yang bodoh. Mereka ttetap memilih walaupun tidak tahu bagaimana kualitas calon anggota DPR tersebut. Dasar dungu, sekali dungu tetap dungu.

Menghamburkan uang rakyat

Perilaku 70% anggota DPR sangat buruk. cenderung hedinisme (ingin hiidup bermewah-mewah), ingin menjadi kaya raya secara berlebiihan, menjadi calo proyek, sering membolos atau tidur waktu sidang tetapi gaji dan tunjangan tetap diterima 100%, arogan (tak mau menemui rakyat yang ingin menemuinya), suka pelesir ke luar negeri dengan alasan studi banding,malas bekerja karrena semua tugasnya dikerjakan oleh para staf ahlinya (yang tidak benar-benar ahli),dan kelakuan buruk lainnya.

Golput sebagai shock therapy

Satu-satunya yang bisa mengubah perilaku mereka adalah rakyat sendiri.

Caranya

1.Jangan pilih lagi anggota DPR yang terbukti tak berkualitas.

2.Jangan memilih anggota DPR yang samasekali tak Anda kenal atau tak diketahui atau tak jelas kualitasnya.

Angka golput harus besar

Jika angka golput mencapai 80% hingga 90%, maka para politisipun pasti mulai berpikir. Mereka khawatir tidak akan terpilih. Dan ini merupakan shock therapy yang paling efektif bagi mereka.

Mereka yag golput merupakan warganegara yang cerdas

Salah pilih haram hukumnya. Salah pilih berarti bencana (bencana korupsi,bencana ekonomi,bencana hukum,bencana politik,dll), maka sikap golput merupakan warganegara yang cerdas. Tidak tahu kualitas calon anggota DPR,ttetapi dipilih, maka sesungguhnya ini merupakan sikap warganegara yang dungu.

Motto

“Daripada salah pilih,lebih baik tidak memilih”

Semoga bermanfaat.

Sumber foto: arsipberita.com

Hariyanto Imadha

6X pemilu dan 3X pilkada

Golput

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: