• PARTAI POLITIK

    gambarbannerpartaigasing1

    gambarbannerpartaiyoyo1

    logo-apajpg1

    logo-barisannasionaljpg4

    logo-bulanbintangjpg1

    logo-gerindrajpg

    logo-hanurajpg

    logo-panjpg1

    logo-partaidemokratjpg

    logo-partaigarudajpg

    logo-partaigolkarjpg

    logo-pdipjpg

    logo-pibjpg

    logo-pkbjpg

    logo-pkdjpg

    logo-pknujpg

    logo-pkpjpg

    logo-pksjpg

    logo-pmbjpg

    logo-pnimarhaenjpg

    logo-ppijpg

    logo-pppjpg

POLITIK: Kriteria Calon Pemimpin Yang Berkualitas Itu Yang Bagaimana?


SEBENARNYA ini artikel lama saya. Tetapi, saya edit dan saya sempurnakan sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi. Artikel ini menjawab pertanyaan dari sahabat-sahabat saya: “Kenapa Anda golput 6 X pemilu dan golput 4X pilkada” (hingga 2011). Jawab saya: “ Belum ada calon pemimpin yang berkualiitas menurut kriteria saya”. sahabat saya bertanya lagi:” Pemimpin yang berkualiitas itu yang bagaimana? Artikel  jawaban saya.

Calon pemimpin yang berkualitas menurut kriteria saya:

A.Kriteria kepribadian

Yaitu: I-S-L-A-M

1.(I)nisiatif
Punya inisiatif dan cepat mengambil inisiatif untuk segera mengatasi masalah yang dialami rakyatnya. Cukup banyhyak masalah yang dihadapi rakyat, mulai dari masalah politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan,hukum, HAM, pendidikan,kesehatan, pertanian, sumber daya alam, sumber daya ekonomi dan lain-lain. Oleh karena itu seorang calon pemimpin atau pemimpin harus didukung para pembantunya yang mempunyai ahli di bidangnya. Konsekuen melaksanakan UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tungggal Ika.

2.(S)holeh
Rajin beribadah. Mampu membuat kebijakan-kebijakan yang tidak bertentangan dengan ajaran agama apapun. Mampu menjaga kerukunan antaragama melalui para pembantunya. Tidak mempersulit berdirinya tempat-tempat peribadatan. Mampu menjaga persahabatan dan perdamaian dengan negara manapun dan mampu menjaga jarak.

3.(L)eadership
Memiliki leadership atau kepemimpinan yang kuat. Tegas, jujur, adil. Memiliki kemampuan sebagai seorang pemimpin : berkomunikasi, mempersuasi dan mampu menjalin human relationnships di antara semua komunitas yang ada. Mampu memberikan contoh yang baik bagi rakyat yang dipimpinnya. Tidak menghmbur-hamburkan uang negara atau mampu berhemat. Mampu mengurangii total utang negara. Mampu merealisasikan aspirasi rakyat. Memprioritaskan program pro rakyat. Mampu membuat APBN/APBD di mana pos anggaran pembangunan lebiih besar daripada angggaran rutin. Memprioritaskan pembangunan di daerah perbatasan, daerah tertinggal dan daerah terpencil. Tidak memenntingkan diri sendiri dan tidak koorupsi, kolusi ataupun nepotisme.

4.(A)manah
Semua kebijakannya lebih bersifat pro rakyat dan memprioritaskan atau mendahulukan kepentingan rakyat daripada kepentingannya sendiri. Rakyat ttelah membayar pajak dan pemimpin digaji memakai uang rakyat. Oleh karena itu, filsafat yang benar bukan apa yang telah rakyat berikan kepada negara, tetapi apa yang bisa diberikan kepada rakyat. Pemimpin yang amanah adalah pemimpin yang mampu mengulurkan tangannya dalam posisi memberi dan bukan dalam posisi meminta. Antara lain, mampu menciptakan lapangan kerja, terutama bagii rakyat miskin. Bukannya dengan kebiijakan bergaya Sinterklas (bagi-bagi uang, bagi-bagi beras dan semacamnya yang bersifat ttidak mendidik). Mampu membuat undang-undang dan peraturan-peraturan yang bersifat amanah.

5.(M)andiri
Mampu membuat kebijakan secara mandiri tanpa didikte oleh pihak-pihak lain terutama oleh negara asing. Punya kemauan dan keberanian untuk menasionalisasikan semua atau sebagian besar sumber daya alam dan sumber daya ekonomi. Punya sikap dan prinsip tidak mau jadi kacung atau kulinya negara asing. Mempunyhai kemamppuan sebagai seorang manajer bangsa dan negara dan bukan hanya sebagai manajer politik.

B.Kriteria berdasar quotient
Idealnya lulus tes berikut dengan nilai di atas rata-rata.

1.Tes IQ (Inteligence Quotient)
2.Tes RQ (Religion Quotient)
3.Tes LQ (Leadership Quotient)
4.Tes EQ (Emotional Quotient)
5.Tes SQ (Spiritual Quotient)

C.Syarat-syarat lainnya
1.Kesehatan prima
2.Latarbelakang pendidikan memadai (dari PTN atau PTS ternama)
3.Syarat-syarat administratif
4.Syarat-syarat lain.

D.Bagaimana cara mengetahui kualitas para calon pemimpin?

1.Mengetahui latar belakang kehidupan calon pemimpin (kekayaannya, pekerjaannya, usaha yang dimiliki , sumber keuangannya dan lain-lain)
2.Mengetahui pretasi-prestasi atau karir-karir sebelumnya
3.Mengetahui perilakunya di masa sebelumnya
4.Mengetahui latar belakang pendidikannya (bukan dari PTS gurem)
5.Mengetahui kehidupannya sehari-hari
6.Mengetahui kepribadiannya
7.Mengetahui tingkat kecerdasannya
8.Mengetahui gagasan-gagasannya
9.Mengetahui realistis atau tidak realistisnya visi dan missinya
10.Mengetahui motivasinya mencalonkan diri

Untuk mendapatkan informasi itu bisa dari mana saja : TV, koran, majalah, teman, internet, radio, SMS dan lain-lain.

E.Memang tidak ada calon pemimpin yang sempurna
Tentu, saya faham itu. Namun, dengan adanya kriteria itu, saya aka mencari calon pemimpin yang mendekati sempurna. Antara lain punya nilai tes rata-rata sekitar 80 hingga 90.

F. Golput adalah hak setiap warganegara
Indonesia sebagai negara demokrasi, maka golput adalah hak setiap warganegara. Golput tidak melangggar UUUD 1945, Pancasila, NKRI maupun Bhineka Tungggal Ika. Bahkan tidak melanggar UU apapun juga. daripada salah memilih, llebih baik golput. Namun bilamana benar-benar ada calon pemimpin yang benar-benar berkualitas, maka sikap golput layak untuk ditinggalkan.

G.Belum ada capres yang memenuhi kriteria saya
Soekarno cukup ideal karena memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Dia juga anti kolonialisme,neokolonialisme, imperialisme. Beliau juga mempunyai semangat besar untuk memerdekakan negara dan bangsa Indonesia. Tterlepas dari perilaku beliau yang suka kawin, beliau adalah seorang negarawan.

1.Sejak era Soeharto hingga era SBY : Belum ada satupun capres-cawapres yang punya program menasionalisasikan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya ekonomi (SDE) seperti halnya pemimpin Venezuela, Bolivia, Libya dan negara-negara kaya minyak lainnya yang mampu mengolah sendiri kekayaan SDA dan SDE-nya. Tidak harus 100%, paling tidak 75%.
2.Belum ada calon pemimpin yang berjanji akan mengurngi total utang luar negeri maupun dalam negeri.
3.Belum ada pemimpin yang berjanji akan membuat APBN/APBD di mana pos pembangunan akan dibuat lebih besar daripada anggaran rutin.

Kesimpulan

1.Rakyat telah memberikan “suara” dan “pajak” kepada negara. Sekarang, apa yang akan diberikan negara kepada rakyatnya?

2.Sejak era Soeharto hingga era SBY, belum ada calon pemimpin yang memenuhi kriteria I-S-L-A-M.

Itu kriteria calon pemimpin versi saya.
Anda punya kriteria dalam versi lain?
Silahkan.

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha
Penulis Kritik Pencerahan
Sejak 1973

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: