• PARTAI POLITIK

    gambarbannerpartaigasing1

    gambarbannerpartaiyoyo1

    logo-apajpg1

    logo-barisannasionaljpg4

    logo-bulanbintangjpg1

    logo-gerindrajpg

    logo-hanurajpg

    logo-panjpg1

    logo-partaidemokratjpg

    logo-partaigarudajpg

    logo-partaigolkarjpg

    logo-pdipjpg

    logo-pibjpg

    logo-pkbjpg

    logo-pkdjpg

    logo-pknujpg

    logo-pkpjpg

    logo-pksjpg

    logo-pmbjpg

    logo-pnimarhaenjpg

    logo-ppijpg

    logo-pppjpg

POLITIK: Mengritik Pemimpin dan Wakil Rakyat adalah Hak Setiap Warganegara

ADA yang bilang:”Jangan tanya,apa yang akan diberikan pemerintah kepada rakyat. Tetapi, tanya,apa yang akan diberikan rakyat kepada pemerintah”. Kelihatannya kalimat itu betul. Tetapi kalau dianalisa berdasarkan ilmu logika, kalimat itu salah dan menyesatkan. yang benar:”Jangan tanya, apa yang akan diberikan rakyat kepada pemerintah. Tetapi tanya,apa yang akan diberikan pemerintah kepada rakyat”. Kenapa? Sebab, pemerintah terbentuk karena rakyat ttelah memberikan suaranya pada pemilu/pemilukada. Tanpa rakyat, tidak mungkin akan ada pemerintahan.

Ada yang berpendapat:”Kamu bisa cuma mengritik pemerintah.Apa yang bisa kamu lakukan untuk pemerintah?”. Kalimat itu tentu diucapkan orang yang tidak faham ilmu politik. Sebab, sebagian besar rakyat telah melaksanakan kewajibannya membayar pajak, kecuali yang tidak mampu. Tanpa pajak, pemerintah akan mengalami kesulitan keuangan. Masalahnya adalah, pajak yang dibayarkan rakyat sering disalahgunakan. Antara lain, dikorupsi.

Rakyat berhak mengritik

UUD 1945 mengatakan bahwa tiap warganegara berhak untuk berkumpul, berserikat dan mengeluarkan pendapat, sejauh tidak bertentangan dengan undang-undang. Dengan demikian, rakyat berhak untuk mengritik pemerintah, termasuk para wakil rakyat. Sebab, itu merupakan hal yang konstitusional. Di amping iitu, pemerintah dan wakil rakyat digaji memakai uang negara yang berasal dari rakyat.

Koridor hukum

Sejauh kritik masih dalam batas-batas koridor hukum, maka tiap kritik adalah sah-sah saja. Kritik dan cela tentu berbeda. Kritik memang selalu menampilkan hal-hal yang negatif. Kalau menampilkan hal-hal yang positif, namanya bukan kritik, tetapi pujian. Kritik harus disampaikan orang yang memahami persoalan. Sedangkan cela dilakukan oleh orang yang tidak memahami persoalan. Kritik haruslah berdasarkan fakta dan disertai argumentasi,penalaran atau analisa.

Kritik untuk perbaikan

Karena kritik bicara tentang sisi-sisi negatif, maka kritik harus diartikan sebagai masukan untuk perbaikan. Kritik tak harus disertai solusi, sebab pihak yang dikritiklah yang harus mencari solusi. Sebab, pemimpin dan wakil rakyat digaji untuk mencari solusi.

Tidak perlu membela diri

Karena kritik adalah agar pemerintah dan wakil rakyat melakukan perbaikan, maka pemerintah dan wakil rakyat tidak perlu alergi kritik. Tak perlu membela diri. Kritik jangan dibalas kritik, tetapi harus dibalas dengan perbuatan yang nyata. Itulah yang harus dilakukan pemerintah dan wakil rakyat. Yaitu: mencari solusi positif.

 

Hariyanto Imadha

Facebooker & Blogger

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: