• PARTAI POLITIK

    gambarbannerpartaigasing1

    gambarbannerpartaiyoyo1

    logo-apajpg1

    logo-barisannasionaljpg4

    logo-bulanbintangjpg1

    logo-gerindrajpg

    logo-hanurajpg

    logo-panjpg1

    logo-partaidemokratjpg

    logo-partaigarudajpg

    logo-partaigolkarjpg

    logo-pdipjpg

    logo-pibjpg

    logo-pkbjpg

    logo-pkdjpg

    logo-pknujpg

    logo-pkpjpg

    logo-pksjpg

    logo-pmbjpg

    logo-pnimarhaenjpg

    logo-ppijpg

    logo-pppjpg

POLITIK: Pemimpin Tidak Berkualitas, Harus Segera Dilengserkan atau Kita Tunggu Sampai Masa Jabatannya Habis?

Gambar

MARILAH kita menggunakan logika-politik dengan benar. mana yang lebih baik melengserkan pemimpin yang terbukti tidak berkualitas atau menunggu sampai jabatannya berakhir baru kita ganti? Tentu kita harus berhitung untung ruginya. Tentu kita harus punya kriteria pemimpin berkualitas atau tidak berkualitas. Tentu kita harus mendengarkan suara atau aspirasi rakyat. Tentu kita harus memperhitungkan dan memilih caranya pergantian pemimpin dan lain-lain.

Analogi

Kalau Anda mempunyai gejala penyakit jantung, apakah Anda segera ke dokter / rumah sakit ataukah Anda menunggu sampai penyakit jantung Anda parah baru ke dokter / rumah sakit? Logika yang waras tentu akan memilih opsi yang pertama, yaitu segera ke dokter / rumah sakit begitu ada gejala penyakit jantung.

Ketika Anda tahu ketua RT Anda tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik, apakah Anda cukup menegurnya tapi tidak ada perubahan, ataukah Anda melengserkannya atau menunggu masa jabatan ketua RT berakhir dengan kondisi RT berantakan?

Pertanyaannya

Banyak pihak mengatakan presiden kita tidak mampu mengelola bangsa dan negara, tidak mampu mandiri pangan, kinerjanya di berbagai sektor buruk, utang terus bertambah, kekayaan migas dan tambang lebih dinikmati kapitalis asing daripada bangsa sendiri, kasus-kasus korupsi besar tak terungkap, pelanggaran HAM berat tak diadili, harga sembako mahal, dan berbagai sektor dinilai gagal, Anda akan tetap mempertahankan presiden yang demikian sampai akhir masa jabatannya dengan meninggalkan bangsa dan negara lebih terpuruk lagi, ataukah Anda akan segera melengserkannya? Orang yang logika-politiknya waras tentu akan memilih opsi segera melengserkannya.

Apakah penggantinya lebih baik?

Pertanyaan itu tentu bisa dijawab “ya” dan “tidak”. Bisa dijawab lebih baik, sama saja atau lebih buruk. Pertanyaannya, apakah kita bisa memastikan penggantinya lebih baik, sama saja atau lebih buruk? Tentu harus kita persiapkan calon-calon penggantinya dengan kriteria calon pemimpin yang baik. Misalnya :shiddiq, tabliq,amanah dan fatonah.

Apakah ada calon pemimpin yang berkualitas?

Pasti ada. Cuma masalahnya, apakah calon pemimpin berkualitas sudah dicalonkan, maukah dicalonkan,apakah rakyat sudah bisa membedakan mana calon pemimpin yang berkualitas atau tidak berkualitas? Apakah sistem politiknya sudah memungkinkan tampilnya pemimpin yang berkualitas? Bagaimana kalau tidak ada, apakah pemimpin yang sekarang terbukti tidak berkualitas harus segera kita lengserkan atau kita pertahankan sampai masa jabatannya berakhir dan akan digantikan oleh caln-calon pemimpin lainnya yang belum tentu berkualitas?

Jangan menggunakan logika yang apriori

Berpikir sekarang adalah berpikir aposteriori. Berpikir realistis. Fakta bahwa pemimpin kita sekarang memang terbukti tidak berkualitas dan mempunyai banyak penyimpangan kepribadian. Kalau boleh pinjam istilah agama: banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Bahkan tokoh-tokoh lintas agama dan berbagai elemen masyarakat sudah menunjukkan berbagai kelemahan pemimpin kita sekarang ini. Oleh karena itu, melengserkan atau memohon pemimpin sekarang untuk mengundurkan diri adalah merupakan harapan yang sangat realistis.

Apakah penggantinya sama saja, lebih baik atau lebih buruk?

Kita bukan paranormal. Kita juga tidak boleh berpikir apriori dan menjawab: penggantinya pasti sama saja, pasti lebih baik atau pasti lebih buruk.

Politik bukanlah matematika

Apakah pengganti pemimpin kita nantinya sama saja,lebih baik atau lebih buruk, tidak ada hitung-hiitungan matematikanya. Yang penting pemimpin yang tidak berkualitas harus segra diganti, melalui imbauan ataupun melalui revolusi dan jika perlu melalui kudeta yang berhasil. Namun, cara pertama yang terbaik, yaitu melalui imbauan.

Tergantung sejarah

Akhirnya, apakah pemimpin kita jadi segera atau menunggu sampai akhir masa jabatannya, tentu tergantung kepada fakta sejarah. kalau pemimpinnya tidak mau mengundurkan diri, imbauan untuk mengundurkan diri tidak dipatuhi, revolusi tidak ada, kudetav tidak ada, maka kita akan mengikuti fakta sejarah.

 Kesimpulan

Mengganti segera pemimpin yang tidak berkualitas merupakan cara berlogika yang logis. Namun, fakta sejarahlah yang akan membuktikan kebenaran sejarah. Sebab, kebenaran sebuah logika politik terletak kepada fakta sejarah yang objektif. Sebuah kebenaran logika kalau tidak mendapatkan dukungan rakyat, tidak akan menjadi kebenaran yang faktual.

Semoga bermanfaat.

Hariyanto Imadha

Pengamat perilaku politk

Sejak 1973

%d blogger menyukai ini: