• PARTAI POLITIK

    gambarbannerpartaigasing1

    gambarbannerpartaiyoyo1

    logo-apajpg1

    logo-barisannasionaljpg4

    logo-bulanbintangjpg1

    logo-gerindrajpg

    logo-hanurajpg

    logo-panjpg1

    logo-partaidemokratjpg

    logo-partaigarudajpg

    logo-partaigolkarjpg

    logo-pdipjpg

    logo-pibjpg

    logo-pkbjpg

    logo-pkdjpg

    logo-pknujpg

    logo-pkpjpg

    logo-pksjpg

    logo-pmbjpg

    logo-pnimarhaenjpg

    logo-ppijpg

    logo-pppjpg

POLITIK: NII dan Khilafah Gagasan Yang Sudah Jadul Dan Tidak Realistis

Gambar

Waspadai Kampanye NII dan Khilafah Lewat Facebook dan Twitter

A.Sejarah singkat munculnya gagasan NII

Negara Islam Indonesia (disingkat NII; juga dikenal dengan nama Darul Islam atau DI) yang artinya adalah “Rumah Islam” adalah gerakan politik yang diproklamasikan pada 7 Agustus 1949 (ditulis sebagai 12 Syawal 1368 dalam kalender Hijriyah) oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo di Desa Cisampah, Kecamatan Ciawiligar, Kawedanan Cisayong, Tasikmalaya, Jawa Barat. Diproklamirkan saat Negara Pasundan buatan belanda mengangkat Raden Aria Adipati Wiranatakoesoema sebagai presiden.

B.Semula, gagasan NII  memang ideal

Gerakan ini bertujuan menjadikan Republik Indonesia yang saat itu baru saja diproklamasikan kemerdekaannya dan ada pada masa perang dengan tentara Kerajaan Belanda sebagai negara teokrasi dengan agama Islam sebagai dasar negara. Dalam proklamasinya bahwa “Hukum yang berlaku dalam Negara Islam Indonesia adalah Hukum Islam”, lebih jelas lagi dalam undang-undangnya dinyatakan bahwa “Negara berdasarkan Islam” dan “Hukum yang tertinggi adalah Al Quran dan Hadits”. Proklamasi Negara Islam Indonesia dengan tegas menyatakan kewajiban negara untuk membuat undang-undang yang berlandaskan syari’at Islam, dan penolakan yang keras terhadap ideologi selain Alqur’an dan Hadits Shahih, yang mereka sebut dengan “hukum kafir”, sesuai dalam Qur’aan Surah 5. Al-Maidah, ayat 50. (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Negara_Islam_Indonesia).

C.Permintaan Kartosoewirjo yang Ditolak Mahkamah Darurat Perang

Salah satunya yaitu,Permintaan ketiga, Kartosoewirjo yang memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) ini meminta jasadnya dikembalikan ke keluarga untuk dimakamkan di pemakaman keluarga. “Tapi ditolak,” sebut Sarjono. (Sumber: http://news.detik.com/read/2012/09/05/113550/2008447/10/?992204topnews)

D.Pernyataan Sikap Keras Menolak Untuk NII

Berkenaan dengan ini Lembaga Dakwah Kampus (LDK) meyatakan sikap terhadap isu Negara Islam Indonesia (NII) bahwa:

1.       Organisasi Negara Islam Indonesia NII adalah aliran sesat

2.      Menyerukan kepada pihak berwenang untuk segera turun tangan meyelesaikan maslah ini

3.      Menyeru kepada civitas akademika kampus, khususnya mahasiswa/i agar tidak terpancing dengan isu negatif terhadap islam di kampus dan masyarakat. (Sumber: http://ldkstia.wordpress.com/2011/05/15/pernyataan-sikap-keras-menolak-untuk-nii/)

4.      Menyeru kepada aktifis dakwah kampus ADK agar tetap tetap teguh, sabar, dan istikomah memperjuangkan syariah dak khilafah sesuai dengan metode Rasulallah saw, yaitu bersifat pemikir (Intelektual) dengan tanpa kekerasan.

5.      Menyeru kepada umat islam agar bersatu melawan propaganda negatif terhadap islam.

E.Warga nahdliyin dukung Pancasila tolak NII dan khilafah

Sebuah masyarakat yang secara moral berpegang dan dengan sendirinya melaksanakan Syari’ah Islam, tidak lagi  memerlukan kehadiran sebuah Negara Agama,seperti yang dibuktikan para sahabat di Madinah  setelah Nabi Muhammad SAW wafat.Inilah yang membuat mengapa NU tidak  memperjuangkan sebuah NI di Indonesia (menjadi NII, Negara Islam Indonesia). Kemajemukan  (heterogenitas) yang tinggi dalam kehidupan bangsa kita, membuat kita hanya dapat bersatu  dan kemudian mendirikan negara, yang tidak berdasarkan agama tertentu. Kenyataan inilah yang  sering dikacaukan oleh orang yang tidak mau mengerti bahwa mendirikan sebuah NI tidak wajib bagi kaum muslimin, tapi mendirikan masyarakat  yang berpegang kepada ajaran-ajaran Islam adalah sesuatu yang wajib. (Sumber : http://id-id.facebook.com/notes/warga-nahdliyin-dukung-pancasila-tolak-khilafah/nu-dan-negara-islam/10151333886226272)

F.Enam Kampus Muhammadiyah Deklarasikan Piagam Anti NII

Tangerang (ANTARABanten) – Sebanyak enam kampus Muhammadiyah yang terletak di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, menyepakati untuk mendeklarasikan piagam anti gerakan Negara Islam Indonesia (NII).

“Dengan bentuk deklarasi ini, kampus Muhammadiyah di Jabodetabek sepakat menyatakan diri anti gerakan Negara Islam Indonesia,” kata ketua pelaksana, Ibu Misbakhul Hayat ditemui usai acara di STIE Ahmad Dahlan Jakarta, Jumat.

Keenam perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Muhammadiyah Jakarta, UHAMKA Jakarta, STIE Ahmad Dahlan Jakarta, STIE Muhammadiyah Jakarta, STMIK Muhammadiyah Jakarta, dan Universitas Muhammadiyah Tangerang.

Dalam deklarasi tersebut, terdapat enam poin kesepakatan yang menyatakan anti gerakan NII yakni pertama, anti terhadap paham dan gerakan NII serta gerakan keagamaan radikal lainnya, kedua  setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, ketiga setia kepada Pancasila dan UUD 1945.

Keempat memegang teguh Bhineka Tunggal Ika, kelima yaitu memegang teguh ajaran dan gerakan Islam yang rahmatan lil’alamin yang ramah dan damai, dan keenam menuntut pemerintah bersikap tegas terhadap gerakan NII serta keagamaan radikal lainnya. (Sumber: http://banten.antaranews.com/berita/15612/enam-kampus-muhammadiyah-deklarasikan-piagam-anti-nii).

G.Kesimpulan

1.Menurut sejarahnya, konsep NII (Negara Islam Indonesia) memang sudah ditolak, tidak hanya dari kalangan pemerintah, masyarakat tetapi juga dari kalangan militer.

2.Indonesia adalah negara darussalam dan bukan darul Islam. Pancasila sebagai way of life bangsa Indonesia tidak bertentangan dengan agama apapun juga. Indonesia bukan negara sekuler, melainkan negara yang memfasilitasi semua agama dan melindungi kebebasan beragama bagi tiap pemeluk agama. Negara Pancasila juga tidak melarang adanya syariat agama (agama apapun juga) sejauh tidak bertentangan dengan Pancasila.

3.Kalau hukum dan pelaksanaan hukum di Indonesia belum baik, maka hukum itulah yang harus diperbaiki (berdasarkan masukan, aspirasi dan desakan dari masyarakat). Hukum di Indonesia yang berlaku adalah hukum positif (terinspirasi dari hukum Eropa sebagai peninggalan jaman Belanda, hukum agama (agama apapun juga) dan hukum adat).

4.Gagasan NII dan khilafah bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Bahkan bertentangan dengan sejarah berdirinya negara Indonesia.

5.Gagasan NII dan khilafah merupakan gagasan jadul yang pasti akan ditolak sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk umat Islam sendiri. Dan tentu, ditolak kalangan militer.

H.Saran

Sudahlah! Jangan meracuni warganegara Indonesia dengan gagasan-gagasan yang menurut sejarahnya sudah tidak laku.

Sumber foto/gambar: munjalindra.com

Hariyanto Imadha

Pengamat Perilaku

Sejak 1973

%d blogger menyukai ini: