• PARTAI POLITIK

    gambarbannerpartaigasing1

    gambarbannerpartaiyoyo1

    logo-apajpg1

    logo-barisannasionaljpg4

    logo-bulanbintangjpg1

    logo-gerindrajpg

    logo-hanurajpg

    logo-panjpg1

    logo-partaidemokratjpg

    logo-partaigarudajpg

    logo-partaigolkarjpg

    logo-pdipjpg

    logo-pibjpg

    logo-pkbjpg

    logo-pkdjpg

    logo-pknujpg

    logo-pkpjpg

    logo-pksjpg

    logo-pmbjpg

    logo-pnimarhaenjpg

    logo-ppijpg

    logo-pppjpg

POLITIK: Jangan Pilih Parpol Berkedok Agama Islam

Gambar

POLITIK adalah sebuah usaha untuk memenangkan pemilihan dengan berbagai strategi maupun taktik. Ada beberapa parpol yang mempunyai tujuan yang mulia dan tetap bertujuan mulia. Namun ada yang semula bertujuan mulia tetapi ketika menang cita-cita mulianya berubah. Namun ada juga parpol yang seolah-olah bertujuan mulia, padahal punya tujuan untuk menang, berkuasa, mendapat proyek besar, memperkaya diri dan mempertahankan kekuasaan. Ada yang melakukan cara-cara jujur dan halal. Namun ada juga yang melakukannya dengan cara-cara curang dan haram. Oleh karena itu para pemilih harus cerdas memilih parpol, calon wakil rakyat dan calon pemimpin.

Satu azas atau multi azas?

Apakah semua parpol harus menganut satu azas atau multi azas, artikel ini tidak mempersoalkan. Sebab azas apapun namanya, semua hasil akhir akan ditentukan oleh kualitas manusianya. Kualitas kejujuran, kualitas moral, kualitas kecerdasan, kualitas meningkatkan kesejahteraan, kualitas untuk tidak didikte negara lain, kualitas untuk mandiri sembako dan lain-lain.

Kenapa berkedok agama?

Berkedok artinya menutupi wajah aslinya. Memang ada politisi-politisi yang sengaja menamakan dirinya sebagai parpol bernuansa Islam. Ada yang menjadikan Islam sebagai tujuan, namun ada juga yang menjadikan Islam sebagai alat.

Islam sebagai tujuan dan Islam sebagai alat

Islam sebagai tujuan

Kalau sebuah parpol menjadikan Islam sebagai tujuan, sungguh itu sangat mulia. Namun tujuan yang mulia harus didukung oleh politisi-politisi yang mulia juga.

Tujuan yang mulia antara lain

-Mengakui Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang sah
-Bercita-cita dan merealisasikan tempat-tempat peribadatan sebanyak mungkin

-Mendirikan lembaga-lembaga pendidikan Islam yang benar-benar Islami di dalam rangka menghasilkan anak bangsa yang berperilaku baik berdasar ajaran Islam

-Para SDM parpol berkonotasi baik. Antara lain tidak kawin cerai, tidak kawin siri dan tidak berpoligami

-Para SDM parpol punya rekam jejak yang baik

-Para SDM tidak bersifat memusuhi agama lain

Islam sebagai alat

Namun ada juga parpol yang menjadikan agama Islam sebagai alat. Yaitu alat untuk memenangkan pemiliham baik pilkada maupun pemilu.

Tujuan yang kelihatannya mulia tetapi tidak mulia antara lain

-Mengakui Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang sah (hanya pura-pura saja) atau bahkan menolaknya

-Bercita-cita dan merealisasikan tempat-tempat peribadatan sebanyak mungkin (hanya janji saja)

-Mendirikan lembaga-lembaga pendidikan Islam yang benar-benar Islami di dalam rangka menghasilkan anak bangsa yang berperilaku baik berdasar ajaran Islam (hanya satu dua saja)

-Para SDM parpol berkonotasi kurang baik. Antara lain kawin cerai, kawin siri dan  berpoligami

-Para SDM parpol punya rekam jejak yang kurang baik

-Para SDM bersifat memusuhi agama lain

-Belakangan terlibat kasus gratifikasi, pencucian uang, korupsi, perselingkuhan dan tindakan-tindakan kriminal lainnya.

Kenapa memilih Islam sebagai kedok politik?

Mereka tentu pertimbangan. Antara lain:

-Sebagian umat Islam berpendidikan rendah sehingga mudah dipengaruhi

-Sebagian umat Islam beranggapan bahwa segala sesuatu yang bernuansa Islam dianggap baik

-Sebagian umat Islam menganggap bahwa semua yang dikatakan ulama, ustadz,kiyai dianggap 100% benar, pasti benar dan selalu benar.

-Sebagian umat Islam percaya mentah-mentah apa yang dijanjikan tokoh-tokoh parpol berkedok Islam selama masa kampanyenya

-Sebagian umat Islam mudah dipengaruhi dan diarahkan untuk memilih caleg/calon pemimpin/capres tertentu tanpa melihat berkualitas atau tidak (pasrah bongkokan).

-Sebagian umat Islam cara berpikirnya “fanatic logic error”. Artinya, siapapun caleg/capim/capres yang diusung parpolnya, pasti akan dipilihnya.

-Sebagian umat Islam mudah diyakinkan apabila dalam kampanyenya tokoho-tokoh parpol membawa-bawa ayat suci.

Sebenarnya semua parpol sama saja

Sebenarnya, apapun nama parpolnya,apapun azasnya, tujuan utamanya tetap sama:

-Ingin menang

-Ingin berkuasa

-Ingin dapat proyek besar

-Ingin memperkaya diri

-Ingin mempertahankan kekuasaan

Oknum

Semua parpol tentu mengaku sebagai parpol yang jujur, bersih, adil dan pro rakyat. Biasalah. Kenyataannya selalu saja ada yang tertangkap KPK karena korupsi. Itupun politisi yang sial. Sedangkan politisi yang korupsi tetapi belum atau tidak tertangkap KPK, tentu jumlahnya lebih banyak lagi. Dan kalau sudah tertangkap, pasti semua parpol akan bilang “Itu oknum.Bukan parpol”. Lantas, sang “oknum”-pun dipecat. Itu kan politisi yang sial. Politisi korup yang tidak tertangkap ya aman-aman saja.

Kesimpulan

-Berpolitik itu sah-sah saja. Bahkan di negara demokrasi, politik itu wajib. Kecurangan dalam berpolitik tentu bisa terjadi di negara manapun juga, termasuk dengan cara berkedok agama (apapun agamanya), terutama Islam. Mungkin ada baiknya tak usah membawa-bawa agama di dalam berpolitik, karena kalau ada “kecelakaan politik”, justru akan merusak nama baik agama Islam.

-Mendirikan parpol Islam itu sulit. Sebab, para pengurusnya harus memberi kesan yang baik. Antara lain tidak kawin cerai, tidak nikah siri, tidak berpoligami, tidak melakukan gratifikasi, tidak melakukan suap/sogok, tidak korupsi. Jika syarat-syarat ini tidak terpenuhi, rusaklah nama baik parpol Islam.

-Oleh karena itu, berhati-hatilah dan cermatlah menilai parpol-parpol yang mengatasnamakan Islam. Sebab memang ada yang menjadikan Islam sebagai tujuan. Namun, ada juga yang menjadikan Islam sebagai alat politik. Nah, yang kedua ini jangan Anda pilih dalam pilkada/pemilu.

Saran

Berhati-hatilah. jaman sekarang banyak umat Islam yang hipokrit. Tampilannya seperti malaikat, tapi buntut-buntutnya tertangkap KPK.

Semoga bermanfaat.

Hariyanto Imadha

Pengamat Perilaku

Sejak 1973

%d blogger menyukai ini: