• PARTAI POLITIK

    gambarbannerpartaigasing1

    gambarbannerpartaiyoyo1

    logo-apajpg1

    logo-barisannasionaljpg4

    logo-bulanbintangjpg1

    logo-gerindrajpg

    logo-hanurajpg

    logo-panjpg1

    logo-partaidemokratjpg

    logo-partaigarudajpg

    logo-partaigolkarjpg

    logo-pdipjpg

    logo-pibjpg

    logo-pkbjpg

    logo-pkdjpg

    logo-pknujpg

    logo-pkpjpg

    logo-pksjpg

    logo-pmbjpg

    logo-pnimarhaenjpg

    logo-ppijpg

    logo-pppjpg

POLITIK: Untuk Mensejahteraan Rakyat Tidak Dengan Cara Mendirikan NII/Khilafah Tetapi Dengan Cara Menasionalisasikan SDA

Gambar

KESEJAHTERAAN rakyat adalah idaman bagi semua bangsa di dunia. Artinya, tidak ada kemiskinan, tidak ada pengangguran, biaya pendidikan dan kesehatan terjangkau, harga-harga terjangkau, gaji atau upah layak, hukum yang adil, masyarakat hidup tenteram dan bebas menjalankan ibadah sesuai agamanya masing-masing atas dasar nilai-nilai toleransi yang tinggi.

NII/Khilafah Gagasan yang salah

Sejak dulu selalu didengung-dengungkan gagasan perlunya mendirikan NII/Khilafah karena dengan demikian akan terciptanya masyarakat yang adil dan makmur serta adanya keadilan dan kepastian hukum.

Sesudah penulisi analisa dan melalui pengkajian yang mendalam, ternyata itu merupakan gagasan yang salah. Gagagasn NII/Khilafah justru akan bertentangan dengan konstitusi, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Lagipula tidak semua umat Islam akan mendukung gagasan itu. Sejarah membuktikan bahwa partai-partai Islam selalu kalah dalam pemilu, sebab masyarakat Indonesia lebih menyukai parpol-parpol nasionalis tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama.

Menasionalisasikan SDA

Satu-satunya cara untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat atau bangsa Indonesia yaitu melalui mekanisme nasionalisasi SDA (Sumber Daya Alam) Indonesia dan jika perlu menasionalisasikan SDE (Sumber Daya Ekonomi) secara bertahap. Artinya, kontrak kerjasama yang sudah berakhir, tidak perlu diperpanjang. Jika mempunyai keberanian, menasionalisasikan satu persatu SDA walaupun harus membayar denda penalti maupun ganti rugi. Tidak masalah.

Issue yang pro SDA ditangani negara asing

Mereka, terutama yang duduk di pemerintahan atau pengamat yang pro negara asing selalu mengatakan bahwa bangsa Indonesia belum mampu atau belum siap mengelola SDA secara mandiri karena kualitas SDM Indonesia rendah dan pemerintah  tidak memiliki teknologi SDA yang canggih.

Benarkah SDM Indonesia tidak berkualitas?

Menurut hasil survei internasional, kualitas SDM Indonesia memang masih rendah. Tetapi, itu merupakan kesimpulan umum. Secara khusus Indonesia sudah lama mempunyai SDM yang berkualitas, antara lain memiliki puluhan ribu sarjana geologi, sarjana teknik perminyakan dan sarjana-sarjana lainnya yang bisa mendukung proses nasionalisasi SDA.

Benarkah Indonesia tidak memiliki teknologi canggih?

Ada benarnya. Namun jangan lupa kita punya biji besi, biji baja dan sumber daya alam lainnya yang bisa dibuat menjadi alat-alat yang canggih. kalau mau gampang, beli dari negara-negara yang sudah maju, misalnya Rusia atau China atau Jepang.

Nasionalisasi SDA dan kemakmuran bangsa Venezuela

Venezuela bukanlah negara yang sekaya Indonesia (soal SDA-nya). Namun pemimpin mereka  (saat itu Hugo Chavez) mempunyai keberanian melakukan nasionalisasi SDA, terutama minyak dan gas bumi. Hasilnya, masyarakatnya hidup makmur. Dan Venezuela, termasuk lima negara paling makmur di dunia! bayangkan!

Hasil jajak pendapat Gallup (Amerika)

Ada lima negara yang tergolong makmur. Yaitu: Denmark (72 Persen), Swedia (69 Persen), Kanada (69 Persen), Australia (65 persen). Sedangkan Venezuela dan Finlandia berada di peringkat kelima. Indonesia sendiri masuk dalam kategori “negara menderita”, dimana hanya 19% responden Indonesia yang mengaku bahagia.

Rakyat Venezia merasakan beberapa bentuk kemakmuran:

-Harga BBM yang sangat murah

-Adanya penungkatan gaji/upha

-Hampir tidak ada pengangguran

-Rata-rata rakyatnya punya deposito di bank

-Pemerintah Venezuela tidak punya utang

Soal hukum di Indonesia

-Hukum positif Indonesia memang masih ada beberapa kelemahan. Perlu penyempurnaan secara bertahap dan perlu waktu

-Soal penegakan hukum dan moralitas para penegak hukum memang belum tinggi. Perlu adanya pimpinan nasional yang peduli hukum

Indonesia butuh pemimpin sekaliber Hugo Chavez

Logika sederhana, kalau Indonesia punya utang hingga sekitar Rp 2.000 triliun, berarti ada yang salah. Antara lain salah kelola APBN dan SDA dan bahkan SDE. Kalau SDA kita kelola dengan cara nasionalisasi, utang sebesar itu bisa dilunasi danbahkan bangsa Indonesia bisa semakmur bangsa Venezuela.

Oleh karena itu, rakyat Indonesia jangan sampai memilih capres-cawapres yang pro negara asing, terutama negara kapitalis. Pilihlah capres sekaliber Hugo Chavez yang berani menasionalisasikan SDA dan tidak mau menjadi kacung atau gedibalnya negara kapitalis asing.

Kesimpulan

1.Untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia, tidak dengan cara mendirikan NII/Khilafah, tetapi dengan cara menasionalisasikan SDA dan jika perlu SDE.

2.Untuk penegakan hukum,tidak perlu menggangti hukum positif dengan hukum Isla, tetapi dengan cara meningkatkan kesejahteraan, sanksi yang tegas.

3.Venezuela bukan negara Islam, tetapi makmur.

4.No.1 ,No.2 dan No.3 bisa terealisasi kalau rakyat Indonesia memilih capres yang tidak pro negara kapitalis asing.

Sumber foto: berdikarionline.com

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha

Pengamat Perilaku

Sejak 1973

%d blogger menyukai ini: