• PARTAI POLITIK

    gambarbannerpartaigasing1

    gambarbannerpartaiyoyo1

    logo-apajpg1

    logo-barisannasionaljpg4

    logo-bulanbintangjpg1

    logo-gerindrajpg

    logo-hanurajpg

    logo-panjpg1

    logo-partaidemokratjpg

    logo-partaigarudajpg

    logo-partaigolkarjpg

    logo-pdipjpg

    logo-pibjpg

    logo-pkbjpg

    logo-pkdjpg

    logo-pknujpg

    logo-pkpjpg

    logo-pksjpg

    logo-pmbjpg

    logo-pnimarhaenjpg

    logo-ppijpg

    logo-pppjpg

POLITIK: Umat Islam Yang Anti Pancasila Adalah Korban Brainwashing

FACEBOOK-PolitikUmatIslamYangAntiPancasila

PANCASILA adalah harga mati, sebab Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran agama apapun yang sila pertama jelas merupakan sila yang menjunjung tinggi faham-faham Ketuhanan Yang Maha Esa. Pancasila juga melindungi agama-agama berdasarkan wahyu maupun agama-agama yang digolongkan sebagai agama rasionalis. Bahkan, Pancasila juga memberikan kebebasan untuk beribadah bagi semua umat beragama, terutama umat Islam. Jadi, rasanya aneh kalau ada umat Islam yang punya faham yang bersifat memusuhi Pancasila dan ingin menggantikannya dengan faham Khilafahisme.

Apakah Khilafahisme itu?

Khilafahisme adalah faham yang mendoktrin sebagian umat Islam bahwa, negara yang ideal adalah negara yang berideoligikan Syariat Islam, Al Qur’an, berdasarkan hukum Islam dan dipimpin oleh seorang khilafah (pemimpin umat Islam) yang bijak dan adil berdasarkan syaraiat dan aqidah Islam. Semuanya baik, karena semuanya itu berasal dari Tuhan. Pada dasarnya, khilafahisme merupakan faham fasis, yaitu merupakan gerakan radikal yang ingin mengubah cara berpikir secepatnya dengan segala cara.

Logika agama adalah logika dogmatis

Logika agama adalah agama dogmatis. Artinya lebih banyak berdasarkan keyakinan daripada rasio. Artinya, apapun yang dikatakan ulama Islam (dalam hal ini ustadz,da’I,mubaliq dan semacamnya), harus dianggap benar, lebih benar, paling benar dan selalu benar sepanjang masa sampai hari Kiamat Qubro. Bahkan terkesan pendapat ulamanya tidak boleh dibantah.

Tiap ulama bisa berbeda pendapat

Walaupun Islam itu satu, namun dalam perkembangannya Islam bisa terbagi dalam sekitar 73 golongan di mana masing-masing ulama punya pendapat sendiri-sendiri yang mengandung perbedaan dibandingkan ulama lain-lainnya.

Khilafahisme sebagai bahan baku brainwashing

Bagi sekelompok umat Islam lainnya, khilafahisme dijadikan bahan untuk melakukan brainwashing, yaitu proses cuci otak supaya umat Islam tertentu cara berpikirnya berubah dari cara berpikir yang lama ke cara berpikir yang baru. Bisa positif bisa negatif tergantung tujuannya. Namun, khilafahisme di Indonesia jelas tidak sesuai dengan nafas faham Pancasilais

Proses brainwashing

Proses brainwashing terdiri dari brainwasher (pelaku brainwashing) yang kebanyakan para ulama, brainwashee (target brainwashing) dan proses brainwashing itu sendiri. Proses brainwashing bisa di mana saja : sekolah, kampus, ponpes, masjid, majelis taklim dan di mana saja. Teknik brainwashing bisa apa saja: persuasi, sugesti, indoktrinasi, ceramah agama, khotbah, tausiyah dan semacamnya.

Keyword brainwashing

Di dalam aktivitas brainwashing, ada kata atau kalimat yang terus berkali-kali diulangi dalam berbagai kesempatan.

Contoh:

-“Negara yang baik adalah negara yang berdasarkan agama wahyu, berdasarkan syariat Islam, berdasarkan hukum Islam, berdasarkan Al Qur’an dan dipimpin oleh seorang khilafah, sebab khilafah adalah pilihan Tuhan. Bahwa sesungguhnya yang terbaik adalah segala sesuatu yang berasal dari Tuhan. Bukanberdasarkan ideologi dan hukum buatan manusia sebab manusia itu tidak sempurna”.

Kurang lebih seperti itu. Tentu banyak ragamnya. Walaupun mungkin tidak menyebut nama NII (Negara Islam Indonesia) dan walaupun mungkin tidak terang-terangan menyebut Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI itu buruk, namun brainwashing itu menggiring para brainwashee untuk mengambil kesimpulan sendiri. Untuk ulama yang vokal, tentu akan menyebut anti Pancasila,anti UUD 1945, anti Bhineka Tunggal Ika dan anti NKRI secara terang-terangan. Yang pasti, mereka menjual mimpi indah kepada sebagian umat Islam.

Tujuan brainwashing

Dalam artikel ini, tujuan brainwashing yaitu mengubah pola pikir sebagian umat Islam yang semula pro-Pancasila menjadi kontra-Pancasila, termasuk anti UUD 1945,Bhineka Tunggal Ika, NKRI, bentuk negara, bendera negara, lagu kebangsaan dan simbol-simbol kenegaraan lainnya yang dianggap tidak sesuai dengan faham khilafahisme.

Member get member

Bagi komunitas parpol berazaskan Islam, di dalam rangka memperluas simpatisannya, selalu mengajarkan metode “member get member” (walaupun istilah ini tidak diucapkan), yaitu imbauan agar para simpatisan parpol tersebut mengajak umat Islam lainnya untuk menjadi simpatisan parpol tersebut dan untuk kemudian hari dijadikan kurban brainwashing berikutnya. Tujuannya adalah agar parpol tersebut punya anggota yang banyak di DPR dan dikemudian hari akan mengganti Pancasila, UUD 1945 dan lain-lainnya.

Khilafahisme membahayakan negara Indonesia

Faham khilafahisme yang jelas bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan yang ada dan menggantikannya dengan bentuk negara yang baru. Tujuan akhirnya yaitu mengganti Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI dan bahkan mengganti bentuk negara, simbol-simbol negara termasuk mengganti bendera, lagu kebangsaan dan mungkin juga nama Indonesia akan diganti. Mereka tentu punya target kapan itu akansegera diwujudkannya. Berhasilkah? Tidak semudah itu.

Kesimpulan

Apakah sebuah brainwashing baik atau buruk, tergantung tujuannya.

Hariyanto Imadha

Pengamat perilaku politisi

Sejak 1973

%d blogger menyukai ini: