• PARTAI POLITIK

    gambarbannerpartaigasing1

    gambarbannerpartaiyoyo1

    logo-apajpg1

    logo-barisannasionaljpg4

    logo-bulanbintangjpg1

    logo-gerindrajpg

    logo-hanurajpg

    logo-panjpg1

    logo-partaidemokratjpg

    logo-partaigarudajpg

    logo-partaigolkarjpg

    logo-pdipjpg

    logo-pibjpg

    logo-pkbjpg

    logo-pkdjpg

    logo-pknujpg

    logo-pkpjpg

    logo-pksjpg

    logo-pmbjpg

    logo-pnimarhaenjpg

    logo-ppijpg

    logo-pppjpg

POLITIK: Kejahatan Yang Mengatasnamakan Agama Islam

FACEBOOK-PolitikKejahatanYangMengatasnamakanAgamaIslam

 

AGAMA adalah pedoman perilaku. Agama diterima sebagai sebuah keyakinan. Konsekuensinya, ilmu logika kurang mendapat tempat. bahkan ada yang mengatakan, belajar agama harus diterima apa adanya. Harus dianggap benar. Apa yang dikatakan ustadz atau guru aama harus dianggap benar. Semua kotbah atau ceramah agama harus dianggap benar. Sikap demikian menumbuhkan cara berlogika yang dogmatis-pasif. Tidak tahu mana yang sesungguhnya benar dan mana yang sesungguhnya salah. Dan ini merupakan sebuah kejahatan juga. Bukan kejahatan kriminal pidanana atau perdata. Tetapi, sebuah kejahatan yang melemahkan logika umat Islam sehingga mudah “dipengaruhi” dan “dikendalikan” pihak-pihak tertentu dalam rangka mencapai tujuan tertentu pula tanpa si “korban” menyadarinya.

Apa yang dimaksud dengan kejahatan?

Semua contoh di bawah ini merupakan sebuah kejahatan yang melemahkan logika umat Islam dengan cara mempergunakan agama Islam sebagai alatnya sehingga umat Islam mudah “dipengaruhi” dan “dikendalikan” tanpa umat Islam mengetahui dan membedakan mana yang sesungguhnya benar dan mana sesungguhnya yang salah. Semua pendapat ustadz harus dianggap benar, lebih benar,paling benar dan selalu benar. Tidak mungkin salah.

Contoh umum:

Munculnya faham terorisme, faham fanatisme sempit, faham anti Pancasila dan demokrasi, faham kebencian terhadap suku lain (rasisme), faham kebencian terhadap agama lain (misalnya non musli, nasrani, Yahudi dan lain-lan), faham kebencian terhadap ras/bangsa lain (terhadap Amerika, Israel dan lain-lain) dan rasa kebencian terhadap antargolongan lain yang bukan golongannya.

Beberapa contoh kongkrit

1.Narsisme dan fanatisme.

2.SARA-isme

3.Anti-Pancasilaisme

4.Anarkisme

5.Terorisme

ad.1.Narsisme

Yaitu sebuah kejahatan yang mengatakan bahwa agama Islam merupakan agama yang terbaik. Dengan atau tanpa menjelekkan agama lain ceramah-ceramah agama memberikan kesan bahwa agama lain merupakan agama yang tidak baik. Sehingga bisa menimbulkan rasa narsisme yang bisa dikembangkan lagi ke arah pemikiran fanatisme sempit.

ad.2.SARA-isme

Yaitu sebuah kejahatan yang bertujuan umat Islam membenci suku lain, agama lain, ras atau bangsa lain serta antargolongan lain. Suku lain harus dianggap sebagai kelompok yang mengancam agama Islam (misalnya suku keturunan China) karena akan menguasai perekonomian Indonesia. Agama lain, misalnya nonmuslim, Yahudi harus dianggap ancaman karena akan menghancurkan agama Islam. Menanamkan rasa benci terhadap bangsa lain, misalnya Amerika dan negara-negara kapitalis yang akan menuras habis kekayaan alam Indonesia. Usaha menanamkan rasa kebencian terhadap golongan lain yang bukan golongannya sendiri. Misalnya menimbulkan rasa benci terhadap golongan lain yang dianggap bukan golongannya. Antara lain kelompok Sunni, Shiah, Ahmadiyah dan kelompok-kelompok lain yang dianggap berbeda.

ad.3.Anti-Pancasilaisme

Yaitu sebuah kejahatan yang menanamkan faham bahwa hanya yang datang dari Allah SWT yang terbaik, antara lain Syariah Islam, hukum Islam, Al Qur’an dan hadist. Menjadi sebuah kejahatan manakala dikatakan bahwa hukum Islam adalah buatan Tuhan yang sempurna, seangkan Pancasila dan undang-undang adalah buatan manusia yang tidak sempurna sehingga hasilnya tidak baik. Lebih jahat lagi kalau menanamkan rasa kebencian terhadap Pancasila dan demokrasi.

ad.4.Anarkisme

Yaitu sebuah kejahatan yang mengatasnamakan agama Islam, ingin menegakkan ajaran agama Islam, tetapi dengan cara-cara anarki. Merusak, memukul, menyiksa, membakar dan tindakan-tindakan brutal lainnya yang justru melanggar hukum yang berlaku di Indonesia. Mereka tak merasa salah karena merasa tujuannya baik. Demi kebenaran agama Islam. Dan segudang argumentasi yang bernada pembenaran-pembenaran diri.

ad.5.Terorisme

Yaitu sebuah kejahatan yang paling tinggi tingkatannya. Antara lain membunuh orang-orang yang dianggap kafir, dzolim, toghut, dianggap anti agama Islam. Bahkan jika perlu melakukan bom bunuh diri, melemparkan bom, meledakkan bom di tempat-tempat yang banyak dikunjungi nonmuslim dan orang-orang yang dianggap kafir atau bukan kelompoknya. Mereka tidak takut mati karena mati dianggap sebuah kemuliaan, merupakan jihad suci dan dianggap pasti masuk sorga.

Kejahatan berwadah dan tidak berwadah

Kejahatan-kejahatan tersebut bisa dalam wadah sebuah organisasi resmi atau tidak resmi yang tiap hari terus menggalan dan menambah keanggotaannya. menyebarkan ajaran kejahatannya kepada orang-orang lain terutama yang beragama islam. Wadah yang digunakan juga bisa merupakan sebuah parpol atau partai politik.

Sasaran penyebaran kejahatan

sasarannya yaitu orang-orang Islam yang lemah logika atau ilmu logikanya. Dengan memasukkan faham narsisme, fanatisme sempit, memberikan gambaran nikmatnya sorga dan sakitnya neraka, menanamkan keyakinan bahwa hanya yang datang dari Tuhan yang pasti baik dan semua buatan undang-undang dan hukum yang dibuat manusia adalah buruk, maka umat Islam yang logikanya lemah atau bodoh (walaupun bergelar S1, S2 dan S3) adalah merupakan target kejahatan yang menggunakan agama tersebut.

Itulah beberapa contoh kejahatan yang telah berkembang dan terus berkembangdi Indonesia yang mayoritas beragama Islam ini. Islam yang kurang rasionalis. Islam yang lebih bersifat dogmatis-pasif. Islam yang lemah dalam logika maupun ilmu logika. Tentu, manusianya. Bukan pada Islamnya. Sedangkan pemikiran-pemikiran Islam sendiri juga berbeda-beda. Bahkan kita mengetahu Islam “terpecah” (dalam tanda kutip) sebanyak 73 aliran.

Solusi

Aliran Islam mana yang paling benar?

1.Tentu, dibutuhkan penguatan logika dan ilmu logika.

2.Memperbanyak pengetahuan dan ilmu pengetahuan.

3.Memperluas wawasan pemikiran.

4.Mengurangi dan membuang jauh sikap narsisme

5.meningkatkan rasa toleransi

6.Tidak bersikap SARA secara negatif

7.Menghilangkan cara berlogika yang dogmatis-pasif

8.Menghilangkan sikap fanatisme sempit

9.Terbuka terhadap pendapat-pendapat lain yang berbeda

10.yangan menganggap ustadz itu malaikat yang semua pendapatnya benar, lebih benar,pasti benar dan selalu benar. Semua pendapat dalam ceramah, dakwah atau kotbah agama harus dicermati, dianalisa, mana yang pendapat yang bersumberkan Al Quran dan mana yang pendapat pribadi ustadz. Singkatnya, harus bisa memilah-milahkan mana yang sesungguhnya pendapat yang benar dan mana yang sesungguhnya pendapat yang salah.

Catatan

Yang harus diwaspadai sekarang adalah kejahatan-kejahatan yang mengataskan namakan agama Islam melalui organisasi yang anarki maupun tidak anarki dan melalui parpol yang ujung-ujungnya ingin mengganti sistem Pancasila dengan sistem khilafahisme (yang ternyata bukan ajarannya Nabi Muhammad SAW). Gerakan mereka sudah mengarah ke gerakan politik.

Hariyanto Imadha

Pengamat perilaku

Sejak 1973