• PARTAI POLITIK

    gambarbannerpartaigasing1

    gambarbannerpartaiyoyo1

    logo-apajpg1

    logo-barisannasionaljpg4

    logo-bulanbintangjpg1

    logo-gerindrajpg

    logo-hanurajpg

    logo-panjpg1

    logo-partaidemokratjpg

    logo-partaigarudajpg

    logo-partaigolkarjpg

    logo-pdipjpg

    logo-pibjpg

    logo-pkbjpg

    logo-pkdjpg

    logo-pknujpg

    logo-pkpjpg

    logo-pksjpg

    logo-pmbjpg

    logo-pnimarhaenjpg

    logo-ppijpg

    logo-pppjpg

POLITIK: Gerakan Menggugat Transparansi KPU

POLITIK-GerakanMenggugatTransparansiKPU

SEJARAH politik Indonesia membuktikan, pemilu di Indonesia selalu diwarnai kecurangan. Termasuk juga pilkada. Episentrumnya ternyata di KPU atau KPUD. Sangat terasa, tetapi usaha untuk membuktikan seringkali terkendala.  Apalagi kalau berkas-berkas hasil pemilu sudah dimusnahkan atau dibakar. Walaupun ada institusi yang mengawasi KPU, tampaknya secara umum tidak efektif. Malahan bisa jadi sebagian pengawas justru merupakan bagian dari skenario kecurangan. Memang tidak semuanya, tapi kecurangan itu pasti ada, walaupun sulit dibuktikan, tetapi bisa dirasakan.

Peluang kecurangan

Selama ini, KPU mengumumkan hasil pemilu hanya secara total per provinsi. Tahu-tahu Provinsi A sekian suara, Provinsi B sekian suara, Provinsi C sekian  suara dan seterusnya. Asal-usalnya tidak jelas. Tidak diketahui berapa hasil per kabupaten/kota dan berapa hasil per TPS. Alasannya pastilah tidak praktis, tidak memungkinkan dan alasan lain yang dicari-cari.

Perlu gerakan menggugat transparansi KPU

Atas dasar itu, kehadiran semacam Gerakan Menggugat Transparansi KPU atau apalah namanya, sangat diperlukan. Antara lain, menuntut KPU juga mengumumkan hasil per TPS  di website KPU, lengkap dengan nama dari lokasi TPS tersebut (nama desa,kelurahan,kota). Kalau misalnya ada 400.000 TPS, maka sebaiknya diumumkan semua termasuk nama lokasi TPS tersebut. Idealnya tiap TPS mempunyai nomor kode mulai dari 000.001 sampai dengan 400.000, misalnya.

Bisa dicocokkan

Dengan demikian,  pemilih yang memilih di TPS 231.546 (misalnya), bisa mencocokkan hasilnya di website KPU. Tidak sulit, apalagi kalau ada sukarelawan IT yang mau membantu KPU. Saatnya, para pemilih, terutama para mahasiswa, LSM independen maupun rakyat pecinta kejujujuran, menggunakan haknya untuk menggugat transparansi KPU agar kecurangan-kecurangan politik tidak terulang terus.