• PARTAI POLITIK

    gambarbannerpartaigasing1

    gambarbannerpartaiyoyo1

    logo-apajpg1

    logo-barisannasionaljpg4

    logo-bulanbintangjpg1

    logo-gerindrajpg

    logo-hanurajpg

    logo-panjpg1

    logo-partaidemokratjpg

    logo-partaigarudajpg

    logo-partaigolkarjpg

    logo-pdipjpg

    logo-pibjpg

    logo-pkbjpg

    logo-pkdjpg

    logo-pknujpg

    logo-pkpjpg

    logo-pksjpg

    logo-pmbjpg

    logo-pnimarhaenjpg

    logo-ppijpg

    logo-pppjpg

POLITIK: Jokowi Dicela Semakin Dibela

Jokowi-DicelaSemakinDibela

TIADA hari tanpa berita tentang Jokowi. Jokowi, sosok pemimpin yang sederhana, tegas, cerdas , bijaksana, merakyat  dan kreatif-solusif. Bahkan hampir semua lembaga survei menunjukkan bahwa elektabiltas Jokowi adalah yang tertinggi dibandingkan capres lainnya dengan asumsi apabila Jokowi nyapres. Namun, yang tidak suka dengan Jokowi juga ada. Komentarnya tentu juga bermacam-macan.

Pribadi Jokowi

Boleh dikatakan:

Jokowi dicela — Semakin dibela

Jokowi  dikritik — Semakin simpatik

Jokowi difitnah — Semakin amanah

Jokowi dicacimaki — Semakin mendaki

Jokowi ditekan — Semakin diunggulkan

Jokowi ditentang — Semakin berbintang

Add.Jokowi dicela — Semakin dibela

Di dalam politik pasti ada politisi yang suka atau tidak suka dengan Jokowi. Yang tidak suka pastilah mencela. Misalnya, Amien Rais mengatakan Jokowi bisanya Cuma blusukan saja dan hasil kerjanya belum terlihat. Dia juga mengatakan Jokowi nasionalismenya patut diragukan. Namun yang terjadi, justru Jokowi semakin dibela rakyat, padahal Jokowi samasekali belum mencapreskan diri atau dicapreskan. Lebih banyak yang membela daripada yang mencela.

Add.Jokowi  dikritik — Semakin simpatik

Soal kritik, Tak kurang-kurang Ruhut Sitompul mengritik Jokowi. Antara lain dikatakan, Jokowi itu takang kayu, tidak layak menjadi presiden. Namun kritik-kritik itu bukannya menurunkan angka elektabilitas Jokowi, justru elektabilitasnya semakin naik. Dan kemanapun Jokowi blusukan, selalu disambut rakyat dengan antusias. Mereka menilai Jokowi merupakan pemimpin yang simpatik, buktinya banyak yang bersalaman dan minta foto bersama Jokowi.

Add.Jokowi difitnah — Semakin amanah

Jokowi sudah kenyang difitnah. Sejak jadi calon gubernurpun sudah kenyang fitnah. Yang katanya ibu Jokowi nonmuslimlah, yang inilah yang itulah. Namun kenyataannya Jokowi semakin amanah. Terus melakukan kegiatan-kegiatan yang pro rakyat. Antara lain mengeluarkan KJS (Kartu Jakarta Sehat), KJP (Kartu Jakarta Pintar) membangun kampung deret dan masih banyak lagi.

Add.Jokowi dicacimaki — Semakin mendaki

Politisi yang mencacimaki Jokowi pastilah juga ada. Bahkan komentarnya lucu-lucu. Misalnya, Jokowi kurus, tidak layak jadi capres. Ada juga yang mengatakan Jokowi kafir. Misalnya, Massa Front Pembela Islam (FPI) memprotes petugas keamanan Balai Kota DKI.Sebab, beberapa anggota FPI yang sedang berunjuk rasa dan ingin mengambil wudhu di air pancur Balai Kota, dilarang oleh pihak keamanan.

“Jokowi kafir, kami mau salat kenapa dilarang?” ujar seorang anggota FPI, Jumat (23/11/2012 : Tribunews.com). Meskipun dicacimaki, Jokowi semakin mendaki. Semakin populer.

Add,Jokowi ditekan — Semakin diunggulkan

Tekanan terhadap Jokowi datang dari mana-mana. Baik tekanan yang positif maupun tekanan yang negatif. Tekanan positif yaitu dukungan-dukungan agar Jokowi secara tegas menyatakan diri bersedia untuk menjadi capres. Namun di pihak lain ada yang mengatakan sebaiknya Jokowi menepati semua janjinya saat menjadi cagub, yaitu ingin menjadikan Jakarta sebagai Jakarta Baru yang bebas banjir, macet dan sampah. Namun, sekain Jokowi ditekan secara positif maupun negatif, namun efeknya sama, yaitu Jokowi semakin diunggulkan.

Add.Jokowi ditentang — Semakin berbintang

Penentangan—penentangan juga datang dari mana-mana. Ada yang tidaak setuju Jokowi nyapres karena kalau Jokowi nyapres Indonesia bisa hancur, kata seorang politisi DPR. Bahkan ada yang mengatakan, gubernur-gubernur maupun walikota-walikota Indonesia banyak yang lebih hebat daripada Jokowi. Jokowi tidak ada apa—apanya. Tidak ada prestasinya. Jokowi tidak punya tanggungjawab karena belum menyelesaikan tanggungjawabnya sebagai Walikota Solo. Dan bermacan-macam tentangan lainnya. Namun yang terjadi justru Jokowi laksana berbintang-bintang. Nama Jokowi semakin melangit mengalahkan nama-bama semua capres.

Jokowi belum capres

Orang sering lupa bahwa sampai hari ini Jokowi statusnya masih sebagai gubernur. Belum ada kepastian apakah PDI-P akan mencapreskan Jokowi atau tidak. Sebab ada spekulasi politik Megawati juga masih punya kesempatan untuk maju lagi sebagai capres, misalnya berpasangan dengan Mahfud MD sebagai cawapres. Status Jokowi memang masih mengambang karena pihak PDI-P masih mengikuti perkembangan dan dinamika politik. PDI-P tidak mau terkecoh atau terjebak hasil-hasil survei politik. Bahkan mungkin PDI-P masih ingin melihat dulu hasil daripada pileg (pemilihan legislatif).

Yang pasti, Jokowi memang sosok pemimpin yang fenomenal.

Catatan:

Maaf, saya jarang sekali membaca komen-komen

Sumber foto: solusinews.com

Hariyanto Imadha

Pengamat Perilaku

Sejak 1973