• PARTAI POLITIK

    gambarbannerpartaigasing1

    gambarbannerpartaiyoyo1

    logo-apajpg1

    logo-barisannasionaljpg4

    logo-bulanbintangjpg1

    logo-gerindrajpg

    logo-hanurajpg

    logo-panjpg1

    logo-partaidemokratjpg

    logo-partaigarudajpg

    logo-partaigolkarjpg

    logo-pdipjpg

    logo-pibjpg

    logo-pkbjpg

    logo-pkdjpg

    logo-pknujpg

    logo-pkpjpg

    logo-pksjpg

    logo-pmbjpg

    logo-pnimarhaenjpg

    logo-ppijpg

    logo-pppjpg

POLITIK: Prabowo-Jokowi Capres-Cawapres Pemilu 2014?

PREDIKSI-PrabowoJokowiCapresCawapres

PILPRES tinggal beberapa bulan lagi. Namun sampai November 2013, belum ada kepastian apakah Jokowi jadi dicapreskan/dicawapreskan ataukah tetap menjadi Gubernur DKI Jakarta. Yang sudah pasti abowo Subianto tampaknya tetap pendiriannya sebagai capres. Lantas siapa cawapres Prabowo dan siapa capres PDI-P?

Sikap PDI-P

Menjelang pemilu 2014, sikap PDI-P adalah sikap Megawati sebagai ketua umum. Artinsiapa yang akan menjadi capres atau cawapres,alah yang akan menentukannya. Itupun akan ditentukan setelah Mega melihat hasil pileg (pemilihan anggota legislatif) mendatang. Jadi, sikapnya tentang capres/cawapres PDI-P tentu masih mengundang tanya dan menimbulkan rasa penasaran dan bermacam-macam spekulasi.

Capres PDI-P dari internal ataukah eksternal partai?

Belum jelas. Namun dari beberapa informasi yang berseliweran di internet, memang ada beberapa skenario. Capres PDI-P bisa dari internal maupun eksternal. Namun, suara terkuat adalah dari internal partai. Tetapi siapa dari kalangan internal partai yang mempunyai tingkat popularitas dan elektabilitas setinggi popularitas dan elektabilitas Jokowi. Rasa-rasanya kok tidak ada. Maka besar kemungkinan Jokowilah andalannya.

Terkendala perjanjiian Batu Tulis?

Apa isi selengkapnya perjanjian itu? Hanya kalangan internal PDI-P dan Partai Gerindra saja yang mengetahuinya. Namun dari berbagai informasi yang berselweran dari berbagai media massa baik offline maupun online, isinya bisa diperkirakan. Kemungkinan, pemilu 2009 Megawati sebagai capres dan Prabowo sebagai cawapres. Untuk itu pastilah Praowo ikut bergotong royong dalam hal pembiayaan pasangan Mega-Pro (yang ternyata kalah). Dan, pemilu 2014, gantian PDI-P yang harus mendukung Prabowo sebagai capres dengan cawapresnya dari PDI-P. Siapa? Tentu, Jokowilah andalannya. Dengan demikian komposisinya Prabowo-Jokowi sebagai capres-cawapres.

Kenapa tidak Jokowi saja yang menjadi capres?

Jika benar  isinya perjanjian Batu Tulis seperti dugaan di atas, maka Megawati rasa-rasanya bukan tipe-tipe politisi yang suka mengingkari janji maupun komitmen, apalagi kabarnya perjanjian politik itu ditandatangani di atas meterai. Walaupun perjanjian itu bisa dilanggar dan tidak bisa digugat secara hukum (ada yang mengatakan demikian), namun masyarakat yakin puteri Soekarno itu tetap akankonsekuen untuk mematuhi perjanjian itu antara lain untuk menghindari terjadinya kegaduhan politik. Apalagi Megawati telah berhutang budi pada Prabowo pada pemilu 2009 yang lalu.

Kenapa Megawati tidak pro hasil survei?

Hasil berbagai survei politik menunjukkan bahwa selama berbulan-bulan tingkat popularitas dan elektabilitas Jokowi selalu tertinggi dibandingkan capres-capres lainnya walaupun Jokowi belum resmi menjadi capres. Hasil survei adalah merupakan cerminan dari sebagian masyarakat secara induktif. Kenapa Megawati tidak pro suara rakyat? Barangkali, Megawati mengambil jalan kompromi yang tidak merugikan perjanjian Batu Tulis dan sekaligus memenuhi keinginan rakyat, walaupun status Jokowi tidak capres melainkan cawapres. Yang penting Jokowi bisa maju pada pemilu mendatang. Dan Megawati yakin rakyat yang mendukung Jokowi tidak akan marah besar. Kompromi, itulah kata kuncinya sekaligus solusi politik. Kalau begitu, kenapa tidak diumumkan sekarang saja? Tentu, itu bagian strategi politik Megawati atau PDI-P.

Apakah Jokowi bersedia menjadi cawapres?

Jokowi adalah kader PDI-P. Apa yang diputuskan Megawati pastilah akan dipatuhinya apapun resikonya, seperti halnya Jokowi mendapat mandat sebagai cagub DKI Jakarta yang lalu. Itupun kabarnya atas usulan dari Prabowo. Yang pasti politik itu dinamis. Bisa jadi komposisinya bukan Prabowo-Jokowi  melainkan ada alternatif-alternatif lainnya. Apakah pasangan Prabowo-Jokowi bisa memenangi pemilu 2014? Itu soal nanti.

Politik itu dinamis

Artikel ini cuma hasil daripada sebuah analisa yang logis yang bisa benar dan bisa juga tidak benar. Maklum, politik itu dinamis. Apalagi kalau Prabowo menyatakan secara terbuka siap berkompetisi dengan capres Jokowi. Persoalannya akan menjadi lain.

Sumber foto: en.wikipedia.org dan jokowiholic.deviantart.com

Hariyanto Imadha
Pengamat perilaku
Sejak 1973