• PARTAI POLITIK

    gambarbannerpartaigasing1

    gambarbannerpartaiyoyo1

    logo-apajpg1

    logo-barisannasionaljpg4

    logo-bulanbintangjpg1

    logo-gerindrajpg

    logo-hanurajpg

    logo-panjpg1

    logo-partaidemokratjpg

    logo-partaigarudajpg

    logo-partaigolkarjpg

    logo-pdipjpg

    logo-pibjpg

    logo-pkbjpg

    logo-pkdjpg

    logo-pknujpg

    logo-pkpjpg

    logo-pksjpg

    logo-pmbjpg

    logo-pnimarhaenjpg

    logo-ppijpg

    logo-pppjpg

POLITIK: Lemsaneg Bisa Menjadi Alat Legitimasi Pemilu Yang Curang

FACEBOOK-PolitikLemsanegBisaMenjadiAlatLegitimasiPemiluYangCurang-laskarinformasicom

LEMSANEG atau Lembaga Sandi Negara adalah merupakan lembaga yang bertanggungjawab langsung ke presiden. Tugas pokoknya adalah pengamanan informasi rahasia negara. Yang temasuk kategori rahasia negara di antarannya informasi yang berkaitan dengan pertahanan negara, intelijen, hubungan luar negeri, dan ketahanan ekonomi nasional. Untuk yang berkaitan dengan hubungan luar negeri misalnya, informasi hubungan luar negeri apa yang masuk kategori rahasia negara, tetap saja tidak jelas. Apakah data-data pemilu yang akan diamankan juga termasuk rahasia negara?

Tanpa persetujuan semua kontestan

Kerjasama atau MoU antara KPU dan Lemsaneg merupakan hal yang bersifat sepihak. Sebelumnya tidak pernah diinformasikan kepada semua kontestan pemilu. Hal ini bisa dilihat dari adanya penolakan minimal dua parpol, yaitu PDI-P dan Partai Nasdem. Kedua parpol ini mengusulkan agar Lemsaneg kembali ke tupoksi yang sebenarnya.

Mengamankan data yang bagaimana?

Tugas Lemsaneg dalam Pemilu 2014 juga masih samar-samar. Kabarnya akan mengamankan data-data pemilu. Secara teori, lembaga ini akan mengubah data-data tertulis menjadi data-data digital yang terenkrpsi. Tujuannya melindungi berkas dari akses pihak-pihak yang tidak berhak.

Pernyataan-pernyataan yang meragukan

Pernyataan yang mengatakan bahwa Lemsaneg tidak akan melaporkan data-data pemilu ke presiden dan pernyataan bahwa Lemsaneg tidak akan menguntungkan Partai Demokrat justru menimbulkan tanda tanya dan kecurigaan kepada masyarakat. Bahkan pernyataan-pernyataan itu tidak ada jaminannya.

Kecurigaan masyarakat

Kehadiran Lemsaneg memang bisa menimbulkan kecurigaan di masyarakat dan itu sah-sah saja. Banyak pertanyaan yang muncul, antara lain bagaimana cara kerja Lemsaneg mengamankan data? Apakah sesudah data kertas disalin dalam bentuk enkripsi lantas data kertas dimusnahkan? Apakah prosesnya hanya Lemsaneg saja yang boleh tahu? Apakah hasil kerja Lemsaneg bisa diaudit atau diverifikasi oleh semua kontestan? Apakah Lemsaneg akan mengklaim data-data yang dihasilkan merupakan satu-satunya yang sah dan harus dipercaya?  Apakah Lemsaneg satu-satunya lembaga yang boleh mengamankan data pemilu? Dan masih banyak pertanyaan dari masyarakat yang belum mendapatkan jawaban yang jelas dan memuaskan. Bahkan, ngotonya kerjasama KPU dan Lemsaneg benar-benar bisa menimbulkan kecurigaan besar.

Mengamankan data?

Apakah yang dimaksud mengamankan data? Apakah input data dari data resmi berupa kertas hasilnya dijamin sama dengan output data dalam bentuk enkripsi yang kemudian akan diproses lagi dalam bentuk numerik? Apakah data kertas hanya boleh dipegang dan dikuasai Lemsaneg? Sesudah itu apakah data kertas akan dimusnahkan?

Data pemilu bukan rahasia negara

Apakah data pemilu merupakan rahasia negara sehingga kecurangan pemilu juga harus dirahasiakan? Data pemilu antara lain meliputi DPT, jumlah TPS, jumlah perolehan suara masing-masing parpol, caleg, DPD, capres-cawapres dandata lainnya, bukanlah data rahasia. Justru, merupakan data-data yang harus diumumkan secara transparan dan diketahui publik. Karena bukan rahasia, apalagi rahasia negara, buat apa Lemsaneg dilibatkan?

Bisa memprotek pastilah bisa merekayasa

Logikanya sederhana saja. Kalau Lemsaneg bisa memprotek data, maka konsekuensinya juga bisa mengolah data, merekayasa data atau memanipulasi data demi kemenangan parpol dan capres tertentu. Apalagi, mereka yang ada di dalam Lemsaneg adalah manusia biasa. Bukan malaikat. Apalagi menyangkut kegiatan berpolitik.

Mengganggu demokrasi

Keterlibatan Lemsaneg dalam pemilu jelas mengganggu demokrasi karena lembaga tersebut akan terkesan otoriter dan satu-satunya yang menentukan. Kecuali kalau ada lembaga lain yang diperbolehkan melakukan perhitungan data secara manual maupun secara teknologi informasi yang tepat guna dan tepat sasaran. Hal iini harus dimungkinkan dalam alam yang demokratis.

Lemsaneg bisa saja curang

Karena Lemsabeg bisa memprotek data, tentunya juga bisa merekayasa data, maka secara logis lembaga ini juga bisa melakukan kecurangan sesuai dengan pesan dari pihak-pihak yang mempunyai kekuasan untuk itu. Kemungkinan itu sangat terbuka apalagi kalau lembaga tersebut bersifat tertutup dan tidak boleh dikontrol pihak lain.

Yang seharusnya dilakukan Lemsaneg

Lemsaneg seharusnya tidak berperanan sebagai pengaman data-data pemilu dan hasil pemilu yang tidak boleh dibantah tetapi justru harus mampu menunjukkan adanya kecurangan-kecurangan Pemilu 2014 yang bisa dibuktikan secara telak di hadapan para kontestan. Lemsaneg seharusnya juga mampu mengumumkan perolehan suara per-TPS (sekali lagi: per-TPS). Dan bukannya justru membela diri bahwa hasil data Lemsaneg adalah satu-satunya yang paling benar.

Lemsaneg bisa menjadi legitimasi kecurangan Pemilu 2014

Jika dugaan-dugaan di atas terjadi, maka bisa jadi Lemsaneg akan dijadikan alat legitimasi kecurangan Pemilu 2014. Apalagi kalau lembaga tersebut tidak mau diaudit secara terbuka.

Lemsaneg bisa menjadi legitimasi kecurangan

Jika dugaan-dugaan di atas terjadi, maka bisa jadi Lemsaneg akan dijadikan alat legitimasi kecurangan Pemilu 2014. Apalagi kalau lembaga tersebut tidak mau diaudit secara terbuka.

Sumber gambar: laskarinformasi.com

Hariyanto Imadha

Penulis kritik pencerahan

Sejak 1973