• PARTAI POLITIK

    gambarbannerpartaigasing1

    gambarbannerpartaiyoyo1

    logo-apajpg1

    logo-barisannasionaljpg4

    logo-bulanbintangjpg1

    logo-gerindrajpg

    logo-hanurajpg

    logo-panjpg1

    logo-partaidemokratjpg

    logo-partaigarudajpg

    logo-partaigolkarjpg

    logo-pdipjpg

    logo-pibjpg

    logo-pkbjpg

    logo-pkdjpg

    logo-pknujpg

    logo-pkpjpg

    logo-pksjpg

    logo-pmbjpg

    logo-pnimarhaenjpg

    logo-ppijpg

    logo-pppjpg

POLITIK:. Apa sih Negarawan itu? Syarat Mutlak Menjadi Presiden Yaitu Harus Seorang Negarawan

FACEBOOK-PolitikApaSihNegarawanItu

HAMPIR semua orang Indonesia menentukan syarat seorang presiden dengan syarat-syarat yang kurang tepat. Padahal syarat mutlak seorang presiden yaitu haruslah seorang negarawan. Sehingga ada yang beranggapan orang yang pandai seperti BJ Habibie cocok menjadi presiden. Atau, orang yag IQ-nya tinggi, layak jadi presiden. Ada juga yang beranggapan orang jenius macam Albert Eistein pastilah cocok jadi presiden. Semuanya mengabaikan syarat mutlak : negarawan. Masalahnya, negarawan itu apa sih? Ternyata, banyak masyarakat Indonesia yang belum faham soal negarawan dan kenegarawanan.

Apakah negarawan itu?

Sudah pasti, negarawan berasal dari kata “negara”, yaitu seorang yang memiliki kemampuan mengelola negara. Cuma, apa syarat-syarat menjadi negarawan, apa kriteria seorang negarawan atau apa ciri-ciri seorang negarawan? Semakin mendetail pertanyaan tentang negarawan, jawaban orang-orang semakin tidak jelas atau kacau. Semua berpendapat secara subjektif.

Seorang negarawan yaitu seorang manajer bangsa dan negara, seorang pemimpin bangsa dan negara,seorang komunikator bangsa dan negara,seorang informator bangsa dan negara dan seorang yang mampu berpikir  dan bertindak objektif, rasional dan faktual.

Kriteria  seorang negarawan

Antara lain:

1.Haruslah seorang manajer bangsa dan negara

2.Haruslah seorang pemimpin bangsa dan negara

3.Haruslah seorang komunikator bangsa dan negara

4.Haruslah seorang yang informatif tentang bangsa dan negara

5.Haruslah seorang yang objektif, rasional dan faktual demi kepentingan bangsa dan negara

Ad.1.Haruslah seorang manajer bangsa dan negara

Sebagai seorang manajer bangsa dan negara harus memenuhi beberapa syarat.

Syarat-syarat

-Memahami ,menghargai dan melaksanakan ideologi negara

-Memahami ,menghargai dan melaksanakan konstitusi negara

-Memahami,menghargai dan melaksanakan Bhineka Tunggal Ika

-Memahami, menghargai dan melaksanakan NKRI

-Memahami, menghargai dan melaksanakan tradisi, adat dan budaya bangsa dan negara Indonesia.

Jadi, seorang negarawan adalah seorang yang cinta bangsa dan negara, bercita-cita menjadi bangsa yang mandiri, tidak mau didikte negara lain baik Amerika, Arab maupun negara-negara asing lainnya. Seorang negarawan adalah seorang yang memiliki nasionalisme yang tinggi. Karena seorang negarawan adalah milik rakyat, maka dia harus melepaskan diri dari semua jabatan di partai politiknya. Seorang negarawan harus mengakui dan menghargai adanya pluralitas (keberagaman). Seorang manajer bangsa dan negara pada umumnya diusulkan dan dipilih rakyat dan bukan atas dasar mencalonkan diri berdasarkan ambisi pribadi.

Ad.2.Haruslah seorang pemimpin bangsa dan negara

Seorang negarawan haruslah seorang pemimpin bangsa dan negara.

Syarat-syarat

-Harus bisa memberikan contoh yang baik.

-Hidup sederhana dan tidak bermewah-mewah, berani dan tegas.

-Lebih memprioritaskan APBN untuk kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi atau golongannya. Mampu memilih menteri-menterinya berdasarkan profesionalitas dan bukan atas dasar pertimbangan politik.

-Harus merakyat. Harus mau membaur dengan rakyat.

-Mau mendengarkan aspirasi rakyat. Harus berjiwa demokratis.

– Kalau di demo harus berani tampil dan menerima para pendemonya. Seorang pemimpin

-Mampu memotivasi bangsa dan tidak selalu curhat

-Mampu menggerakkan seluruh bawahannya agar semua kebijakannya bisa terealisasi

Ad.3.Haruslah seorang komunikator bangsa dan negara

Seorang negarawan haruslah seorang komunikator.

-Mampu berkomunikasi secara internasional, regional, lokal maupun person to person.  Mampu berkomunikasi dengan berbagai pihak, baik lawan maupun kawan.

Syarat-syarat

-Mau menerima kritik-kritik setajam apapun juga.

-Mampu mengkomunikasikan program-program pemerintah yang telah, akan dan sudah dilaksnakan.

-Berkata jujur dan tidak sekadar membanggakan statistik yang hanya mewakili angka-angka ekonomi makro

-Harus mampu menunjukkan kejujurannya dalam berkomunikasi.

Ad.4.Haruslah seorang yang informatif tentang bangsa dan negara

Seorang negarawan haruslah menyampaikan informasi yang jujur.

Syarat-syarat

-Keuangan negara harus transparan

-Pelaksanaan pemilu dan pilkada harus transparan

-Penggunaan uang APBN harus transparan

-Memungkinkan pihak lain mengaudit keuangan negara

-Menyampaikan informasi yang jujur tentang situasi bangsa dan negara

Ad.5.Haruslah seorang yang objektif, rasional dan faktual

Seorang negarawan haruslah mampu berpikir objektif, rasional dan faktual

Syarat-syarat

-Harus bisa mengefisienkan APBN (mengurangi pemborosan) dan mengusahakan anggaran pembangunan lebih besar daripada anggaran rutin

-Harus pandai mencari uang secara mandiri, tidak menambah utang tetapi justru berusaha mengurangi utang negara

-Harus memprioritaskan pengelolalaan semua kekayaan ekonomi dan kekayaan alam dikelola bangsa Indonesia sendiri. Jika perlu melakukan nasionalisasi secara bertahap

-Meningkatkan kualitas SDM melalui jalur pendidikan dan pelatihan

-Meningkatkan kualitas UKM/UMKM antara lain memudahkan perizinan, menyediakan fasilitas, pajak ringan dan suku bunga kredit bank yang rendah.

-Memprioritaskan pembangunan infrastruktur di berbagai bidang.

-Ciri-ciri negarawan:

Diusulkan, dicalonkan dan dipilih rakyat. Bukannya mencalonkan diri berdasarkan ambisi pribadi.

Kesimpulan:

-Seorang negarawan adalah seorang politisi tetapi seorang politisi bukan negarawan

-Negarawan menggunakan politik (bukan partai politik) untuk kepentingan bangsa dan negara sedangkan politisi menggunakan politik (partai politik) untuk kepentingan menang dan kalah.

-Seorang negarawan tidak harus sekaliber Albert Einstein, BJ Habibie atau orang-orang jenius lainnya.Juga tidak harus setenar Rhoma Irama ataupun Michael Jackson. Sebab, orang yang jenius atau terkenal belum tentu seorang negarawan.

Hariyanto Imadha
Pengamat perilaku
Sejak 1973