• PARTAI POLITIK

    gambarbannerpartaigasing1

    gambarbannerpartaiyoyo1

    logo-apajpg1

    logo-barisannasionaljpg4

    logo-bulanbintangjpg1

    logo-gerindrajpg

    logo-hanurajpg

    logo-panjpg1

    logo-partaidemokratjpg

    logo-partaigarudajpg

    logo-partaigolkarjpg

    logo-pdipjpg

    logo-pibjpg

    logo-pkbjpg

    logo-pkdjpg

    logo-pknujpg

    logo-pkpjpg

    logo-pksjpg

    logo-pmbjpg

    logo-pnimarhaenjpg

    logo-ppijpg

    logo-pppjpg

POLITIK: Caleg = (Ca)lon (Le)gislator (G)emblung

POLITIK-CalegCalonLegislatorGemblung

TIDAK semua caleg itu tidak berkualitas. Ya, iyalah, anak TK juga tahu. Tapi yang pasti sebagian besar calog terbukti tidak bermutu, pemalas, pemboros, tukang tidur, tidak produktif, calo anggaran, calo proyek, korupsi dan semacamnya. Janji-janji pro rakyat hanya merupakan janji setinggi langit dan seindah sorga. Kenyataannya aktivitas pro rakyat hanya asal-asal saja. Tidak ada keseriusan. Bahkan saat menjadi calegpun banyak perilakunya yang tidak layak dan mencerminkan perilaku gemblung.

Apakah legislator itu?

Legislator adalah anggota lembaga legislatif. Lembaga legislatif adalah anggota DPR. DPR adalah Dewan Perwakilan Rakyat. Jadi legislator adalah wakil rakyat yang tugasnya yaitu melakukan pengawasan ke lembaga eksekutif (pemerintah), membuat undang-undang atau merevisi undang-undang dan hal-hal yang berhubungan dengan budget atau anggaran.

Apakah gemblung itu?

Gemblung adalah perilaku yang di luar kewajaran atau kenormalan. Perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku, baik norma sosial, norma hukum, norma agama maupun norma-borma lainnya.

Apakah caleg gemblung itu?

Caleg gemblung adalah caleg busuk yang mempunyai perilaku di luar kewajaran atau kenormalan. Perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku, baik norma sosial, norma hukum, norma agama maupun norma-norma

Apa ciri-ciri caleg gemblung?

Ciri-ciri caleg gemblung antara lain:

1.Memasang alat peraga kampanye tidak sesuai aturan

Contoh:

Memasang spanduk di sembarang tempat termasu di pohon-pohon dan di tempat-tempat yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2.Mengobral janji-janji yang tidak realistis

Contoh:

Berjanji akan mengadakan sembako murah, pendidikan gratis hingga tingkat sarjana dan lain-lain

3.Menunggangi wewenang eksekutif

Contoh:

Berjanji akan memperbaiki jalan-jalan di kkomplek perumahan di mana jalan-jalannya dalam keadaan rusak atau berlubang-lubang. Ini bukan wewenangnya caleg tetapi wewenangnya eksekutif.

4.Ke dukun atau makam yang dianggap keramat

Contoh:

Ke dukun atau paranormal atau makam-makam yang dianggap keramat dan minta petunjuk atau doa restu agar terpilih sebagai anggota DPR.

5.Melakukan hal-hal yang bersifat klenik ataupun mistik

Contoh:

Memiliki jimat. Menebarkan kembang tujuh rupa di halaman rumahnya. Memakan nasi yang sudah dibacakan mantera dan semacamnya.

6.Tidak mempunyai kompetensi

Contoh:

Tidak punya latar belakang pendidikan yang mendukung. Tidak punya pengalaman berpolitik.

7.Tidak mempunyai prestasi

Contoh:

Tidak punya prestasi apapun, baik prestasi politik maupun nonpolitik.

8.Caleg asal bayar

Contoh:

Karena  bayar Rp 300 juta, maka bisa jadi caleg dari parpol tertentu.

9.Pendidikan tidak mendukung

Contoh:

Lulusan dari sekolah/kampus yang kualitasnya tidak jelas. Lulusan dari sekolah/kampus gurem.

10.Bukan kader parpol

Contoh:

Semula artis, tukang sol sepatu, badut dan profesi-profesi lainnya yang bersifat non-kader.

11.Menjual ayat Al Quran

Contoh:

Menyebarkan brosur kampanye atau sosialisasi sambil membawa-bawa ayat-ayat Al Quran yang dicocok-cocokkan dengan pencalegannya.

12.Menjual nama orang lain (tokoh)

Contoh:
Mengaku sebagai adiknya atau saudaranya tokoh pemimpin tertentu. Misalnya mengaku sebagai adiknya gubernur.

13.Money politic

Contoh:

Bagi-bagi uang dan kartu nama yang memuat foto, no urut, parpol dan dapinya.

14.Pamer gelar

Contoh:

Menusliskan gelar-gelar yang dimiliki, ditulis di kartu nama, brosur, pamflet, spanduk dan alat peraga lainnya dengan huruf-huruf yang mencolok.

15.Modal ngutang

Contoh:

Utang ke sana ke mari dengan janji-janji akan mengembalikan dua kali lipat hingga lima kali lipat kalau dia terpilih sebagai anggota DPR.

16.Caleg kere

Contoh:

Pasang iklan kampanye di Facebook, Twitter, iklan-iklan gratis  dan semacamnya

17.Ijasah palsu atau gelar palsu

Contoh:

Memakai gelar sarjana hasil beli ijasah palsu atau uliah di perguruan tinggi asal bayar.

18.Memberikan iming-iming

Contoh:

Memberikan kalender yang ada data-data calegnya ke masyarakat, bagi-bagi kaos yang ada data-data calegnya dan semacamnya.

19.Melakukan intimidasi

Contoh:

Mendatangi warga sambil didampingi aparat lurah/desa atau aparat berseragam dengan menghinbau (setengah mengancam) agar warfa memilihnya sebagai anggota DPR.

20.Narsis yang tidak relevan

Contoh:

Menyebutkan berbagai prestasi antara lain telah menyantuni 100 yatim piatu, mendirikan ponpes dan prestasi-prestasi lainnya yang tidak ada hubungannya dengan kompetensinya sebagai caleg.

Saran:

Jangan memilih caleg gemblung atau caleg busuk yang mempunyai ciri-ciri di atas.

Hariyanto Imadha
Pengamat perilaku
Sejak 1973