• PARTAI POLITIK

    gambarbannerpartaigasing1

    gambarbannerpartaiyoyo1

    logo-apajpg1

    logo-barisannasionaljpg4

    logo-bulanbintangjpg1

    logo-gerindrajpg

    logo-hanurajpg

    logo-panjpg1

    logo-partaidemokratjpg

    logo-partaigarudajpg

    logo-partaigolkarjpg

    logo-pdipjpg

    logo-pibjpg

    logo-pkbjpg

    logo-pkdjpg

    logo-pknujpg

    logo-pkpjpg

    logo-pksjpg

    logo-pmbjpg

    logo-pnimarhaenjpg

    logo-ppijpg

    logo-pppjpg

POLITIK: Beda Golput Koplak Dan Golput Cerdas

FACEBOOK-PolitikBedaGolputKoplakDanGolputCerdas

GOLPUT adalah hak setiap warganegara dan merupakan hak konstitusional. Juga, merupakan hak pribadi. Mereka yang anti golput pastilah orang-orang yang tidak faham konstitusi. Tidak faham undang-undang pemilu. Suka mencampuri urusan orang lain dan berkepribadian sirik. Bahkan, sikap anti golput merupakan sikap koplak dan gemblung. Lebih parah lagi, membenci golput merupakan gejala sakit jiwa tahap awal. Sangat banyak alasan golput, mulai dari alasan subjektif hingga alasan objektif.

Apakah golput itu?
Golput atau golongan putih adalah merupakan pilihan untuk tidak memilih. Merupakan hak pribadi, hak konstitusional dan tidak melanggar undang-undang pemilu maupun undang-undang maupun peraturan yang manapun juga. Golput juga merupakan keputusan yang diambil berdasarkan situasi dan kondisi baik yang bersifat subjektif maupun objektif baik secara internal maupun eksternal.

Ada berapa macam golput?

Dari sudut kecerdasan, ada dua macam golput

Yaitu:

1.Golput koplak
2.Golput cerdas
3.Golput lain-lain

Ad.1.Golput koplak

Ciri-ciri golput koplak:

-Ada capres dan caleg berkualitas (bersih,jujur,cerdas,track record baik) tapi tidak dipilih

-Sebagian dari mereka datang ke TPS tetapi dicoblos semua
-Sebagian dari mereka juga tidak datang ke TPS

-Biasanya mereka mempunyai sikap:

a.Apatis
b.Skeptis
c.Pesimis

Ad.a.Apatis

Apatis adalah sikap acuh tidak acuh; tidak peduli; masa bodoh, kurangnya emosi, motivasi atau antusiasme, hilangnya simpati, hilangnya ketertarikan dan hilangnya kepercayaan.

Ad.b.Skeptis

Skeptis adalah sikap ragu-ragu, kurang percaya,kurang yakin,sinisme,tidak percaya terhadap kemampuan atau kepribadian seseorang (capres maupun caleg).

Ad.c.Pesimis

Yaitu orang yang berpandangan tidak baik terhadap hasil kerja atau hasil usaha orang lain atau dirinya sendiri terhadap fakta yang akan terjadi.  Atau memandang sesuatu dengan pandangan negatif, padahal belum tentu negatif.

Ad.2.Golput cerdas

-Tidak ada capres dan caleg berkualitas dan tidak perlu dipilih. Semuanya tidak bersih, tidak jujur dan track recordnya buruk

-Mereka pasti datang ke TPS dan mencoblos semua

Biasanya mereka mempunyai sikap

a.Peduli  (Care)
b.Tidak ragu-ragu (Sure)
c.Optimis (Optimist)

Ad.a.Peduli (Care)

Yaitu sikap yang peduli terhadap kepentingan bangsa dan negara, agar tidak dipimpin oleh capres/caleg yang tidak berkualitas.

Ad.b.Tidak ragu-ragu (Sure)

Yaitu sikap yang pasti tidak memilih karena benar-benar sudah tahu tidak ada capres dan caleg yang berkualitas

Ad.c.Optimis

Yaitu sikap yang penuh keyakinan bahwa capres dan caleg yang ada pasti akan membawa bangsa dan negara ke arah Indonesia yang lebih buruk. Dan dengan tidak memilih mereka, besar kemungkinan akan merupakan shock therapy bagi parpol agar di kemudian hari menampilkan capres dan caleg yang berkualitas. Dan optimis, pemilu mendatang pasti ada capres/caleg yang berkualitas.

 Ad.3.Golput lain-lain

Yaitu sikap golput karena alasan lain-lain:

-Karena sakit di rumah
-Karena lupa
-Karena ada musibah di rumah
-Karena kecelakaan lalu lintas
-Karena TPS-nya sangat jauh
-Karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan datang ke TPS
-Karena tidak memenuhi syarat administratif sebagai pemilih
-Karena adat istiadat dan tradisi (suku Badui Dalam)
-Karena diintimidasi
-Karena ada teror
-Karena lupa
-Karena datang terlambat ke TPS
-Karena mementingkan mencari uang yang hasilnya hanya cukup untuk dimakan sehari
-Karena pihak panitia tidak tahu pemilih harus memilih di mana
-Karena tidak terdaftar di DPT dan semacamnya
-Karena E-KTP atau semacamnya sedang hilang
-Karena secara fisikologis dan psikologis tidak memungkinkan datang ke TPS
-Karena diberi uang untuk tidak memilih
-Karena ikut-ikutan golput tanpa alasan yang jelas
-Karena tidak tahu kriteria capres dan caleg yang berkualitas
-Karena tidak tahu mana capres dan caleg yang berkualitas dan mana yang tidak berkualitas
-Karena tidak memiliki informasi tentang kualitas, integritas, kompetensi, prestasi, track record, kepribadian, visi dan misi serta program kerja capres dan caleg.
-Karena trauma. Berkali-kali memilih capres/caleg, ternyata semuanya pembohong, korupsi dan tidak bermoral.
-Karena sengaja golput tanpa punya alasan apa-apa.
-Karena malas memilih.
-Karena memilih tidak memilih tidak dapat uang, lebih baik tidak memilih.
-Dan masih ada ratusan atau ribuan alasan golput lainnya.

Golput Lain-lain tidak bisa dikelompokka dalam ketegori Golput Koplak maupun Golput Cerdas

 

Hariyanto Imadha
Pengamat perilaku
Sejak 1973