• PARTAI POLITIK

    gambarbannerpartaigasing1

    gambarbannerpartaiyoyo1

    logo-apajpg1

    logo-barisannasionaljpg4

    logo-bulanbintangjpg1

    logo-gerindrajpg

    logo-hanurajpg

    logo-panjpg1

    logo-partaidemokratjpg

    logo-partaigarudajpg

    logo-partaigolkarjpg

    logo-pdipjpg

    logo-pibjpg

    logo-pkbjpg

    logo-pkdjpg

    logo-pknujpg

    logo-pkpjpg

    logo-pksjpg

    logo-pmbjpg

    logo-pnimarhaenjpg

    logo-ppijpg

    logo-pppjpg

  • Iklan

POLITIK: Parpol Yang Tidak Mampu Membayar Saksi Adalah Parpol Kere

FACEBOOK-PolitikParpolYgTidakMampuMembayarSaksi

MENDIRIKAN parpol haruslah mempunya persiapan yang matang. Antara lain harus memilik pengurus, kantor atau sekretariat, SD/ART,ideologi, visi dan misi, mempunyai pandangan yang vioner, program kaderisasi, tahu jumlah penduduk, tahu jumlah provinsi kabupaten kota kecamatan dan desa. Tak kalah pentingnya adalah mempunyai cukup dana sebagai dana operasional mapun non operasional politik.

Apakah parpol itu?

Ada beberapa pengertian parpol.

Menurut Carl J. Friedrick:

Partai politik adalah sekelompok manusia yang terorganisasi secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan kekuasaan pemerintahan.

Menurut R. H. Soltau:

Partai politik adalah sekelompok warga negara yang telah terorganisasi dan bertindak sebagai suatu kesatuan politk yang bertujuan memanfaatkan kekuasaan untuk memiliki dan menguasai pemerintahan serta melaksanakan kebijaksanaan umum.

Menurut Sigmund Neumann:

Partai politik adalah organisasi dari aktivitas-aktivitas politik yang berusaha menguasai kekuasaan pemerintah serta merebut dukungan rakyat atas dasar persaingan dengan suatu golongan atau golongan-golongan lain yang mempunyai pandangan berbeda.

Menurut Mac Iver:

Partai politik adalah suatu perkumpulan yang terorganisasi untuk menyokong suatu prinsip atau kebijaksanaan politik yang diusahakan melalui cara-cara yang sesuai dengan konstitusi atau UUD. (Sumber: http://www.pengertianahli.com/2013/11/pengertian-partai-politik-menurut-ahli.html).

Dari beberapa definisi atau pengertan di atas, maka bisa ditarik beberapa unsur-unsur parpol.

Antara lain:

-Sekelompok manusia
-Organisasi yang stabil
-Tujuan memenangkan dan mempertahankan kekuasaan
-Kesatuan politik
-Kebijaksanaan umum
-Dukungan rakyat
-Persaingan
-Pandangan yang berbeda
-Sesuai konstitusi atau UUD 1945

Kelemahan definisi atau pengertian

Dari beberapa definisi atau pengertian di atas, ada yang terlupakan, yaitu:

-Pengurus
-Kantor sekretariat
-AD/ART
-Ideologi
-Visi dan misi
-Pandangan yang visioner
-Program  kerja
-Kaderisasi
-Tahu jumlah penduduk, tahu jumlah provinsi kabupaten kota kecamatan dan desa.
-Harus mempunyai cukup dana sebagai dana operasional mapun non operasional politik.

Harus mempunyai cukup dana sebagai dana operasional mapun non operasional politik.

Dana. Tanpa dana, semua parpol akan sulit untuk melakukan kegiatannya. Oleh karena itu siapa saja yang mendirikan parpol haruslah mempunyai modal yang cukup memadai. Dana parpo bisa diperoleh dari iuran anggota atau sumbangan  dari berbagai pihak baik individu maupun perusahaan sejauh tidak melanggar peraturan perundang-undangan.

Dana harus cukup

Setiap parpol harus memiliki dana yang cukup. Jangan membebani APBN, sebab APBN harus memprioritaskan anggaran pembangunan. Apalagi kalau APBN masih dibebani utang yang luar biasa besar. Misalnya mempunyai total  utang hingga Rp 2.500 triliun yang melebihi APBN pe tahun. APBN yang dibebani dana-dana yan tidak produktif, akan menyebabkan negara akan selalu kekurangan dana pembangunan, terutama dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jangan ikut pemilu

Ada baiknya dibuat undang-undang yang salah satu pasalnya mengatakan, parpol yang tidak mempunyai ana yang cukup untuk membayar semua saksi di semua TPS, sebaiknya dilarang mengikuti pemilu. Jika tidak, maka akan bermunculan parpol-parpol modal dengkul yang semaakin lama akan semakin membebani APBN.

Parpol kere

Dengan demikian, parpol yang tak punya cukup membayar semua saksi di semua TPS bisa dikatakan sebagai Partai Kere. Bisanya hanya mengemis pemerintah agar didanai dari APBN. Kenapa? Sebab, APBN adalah bersumber dari uang rakyat. Seangkan parpol mempunyai tujuan, visi dan misi yang berbeda-beda. Hanya mementingkan golongannya sendiri. Tidak adil kalau dana dari rakyat digunakan untuk membiayai komunitas tertentu. Oleh karena itu, setiap parpol hukumnya wajib mempunyai modal . Jika tidak, maka tiap tahun akan bermunculan parpol-parpol kere yang akan semakin membeani APBN yang ujung-ujungnya juga semakin membebani rakyat.

 

Hariyanto Imadha
Pengamat perilaku politik
Sejak 1973

Iklan

POLITIK: “Pilihlah Capres Terbaik dari Semua Capres yang Tidak Baik” Sebuah Nasehat yang Keliru.

MENJELANG pemilu maupun pilkada, kita sering mendengar nasehat “Pilihlah capres/cagub/cabup terbaik dari semua yang tidak baik”. Kedengarannya logis dan benar. Namun kalau kita telaah dari imu logika, nasehat tersebut menyesatkan.

Ibarat

Nasehat tersebut ibarat :” Pilihlah durian terbaik dari semua durian yang busuk”. padahal, durian yang busuk namanya tetap “durian busuk”.

Score kualitas

Kita semua tentu tahu bahwa secara internasional ada tingkatan score kualitas. yaitu:

Nilai A:Terbaik (90-100)

Nilai B: Baik (80-89)

Nilai C:  Cukup (70-79)

Nilai D : Kurang (60-69)

Nilai E : Sangat kurang (50-59)

Dengan demikian, kalau semua capres/cagup/cabup nilainya D atau E, tentu tidak perlu kita pilih alias golput.

Fatwa haram golput

Fatwa haram golput hanya berlaku apabila angka golputnya 100%. Karena di dunia tidak ada negara yang angka golputnya 100%, maka fatwa haram golput tidak berlaku.

Salah pilih haram hukumnya

Justru, salah memilih capres/cagub/cabup merupakan hal yang sangat haram hukumnya. Sbab, akan memunculkan pemimpin yang peragu, tidak tegas, hedonis, menghambur-hamburkan uang negara, suka menumpuk hutang, tidak mampu mandiri pandan, budaya impor, p0ro kapitalis, menjual sumber daya alam dengan harga murah dan bahkan tidak mempunyai kedaulatan politik maupun ekonomi.

Salah pilih berarti bencana

Dengan kata lain, salah memilih pemimpin berarti bencana (bencana ekonomi, hukum, sosial,budaya,moral dan bencana-bencana lainnya)

Apa kriteria pemimpin yang bekualitas?

Ada tiga kelompok kriteria,yaitu:

1.Kriteria utama

2.Kriteria madya

2.Kriteria khusus

1.Kriteria utama (konstitusional)

Tentu, harus mendukung

a-UUD 1945 Nilai 25

b-Pancasila Nilai 25

c-Bhineka Tunggal Ika Nilai 25

d-dan NKRI Nilai 25

Ini harga mati.

2.Kriteria madya (administratif)

a-Sehat jasmani maupun rohani Niai 20

b-Tidak penah dihukum dan terkait tindak pidana/perdata, pelanggaran HAM,korupsi dan semacamnya Nilai 20

c-Berpendidikan (kalau bisa minimal S-1) Nilai 20

d-Punya wawasan yang luas Nilai 20

e-Punya pengalaman berorganisasi, baik di pemerintahan maupun nonpemerintahan dan menduduki posisi sebagai ketua umum atau pernah menjadi pejabat dengan nama yang bersih Nilai 20

 3.Kriteria khusus (kualitas pribadi)

a-Jujur (bisa dilihat dari sejarah hidupnya) Nilai 10

b-Tegas (bisa dilihat dari sejarah karirnya) Nilai 10

c-Berani (bisa dilihat saat memimpin organisasi atau saat jadi pejabat) Nilai 10

d-Nasionalis (berani menasionalisasikan semua sumber daya alam) Nilai 10

e-Mandiri (tidak mau didikte negara lain) Nilai 10

f-Takwa (takwa sejak kecilnya) Nilai 10

g-Amanah atau pro rakyat kecil(bisa dilihat dari ucapan-ucapan dan tindakan-tindakannya selama ini) Nilai 10

h-Produktif (memanfaatkan utang untuk hal-hal yang produktif. Antara lain untuk membangun infrastruktur, terutama di daerah perbatasan Nilai 10

i-Efisien (mengurangi jumlah PNS sampai jumlah yang ideal yaitu 1% dari jumlah penduduk, menambah TNI/Polri sampai jumlah yang ideal, yaitu 0,5% dari jumlah penduduk dan membatasi jumlah parpol hingga sekitar lima parpol saja, mampu membentuk sistem pengawasan yang efektif dan efisien) Serta, mampu melakukan penghemtan keuangan negara. Nilai 10

j-Memahami manajemen (menerapkan sistem reward and punishment secara pasti). Nilai 10

Coba hitung, berapa nilai masing-masing capres pada Pemilu 2014 nanti.

Nah, itulah gambaran kriteria calon pemimpin yang berkualitas.

Pilihlah calon pemimpin berdasarkan kualitas, tidak berdasarkan agamanya apa, parpolnya apa, populer atau tidak,keturunannya siapa,dll.

Kesimpulan

Bisa disimpulkan bahwa, memilih calon ppemimpin haruslah yang berkualitas. Ini merupakan logika yang paling benar.

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger